::: MARI MEWUJUDKAN BOJONEGORO SEBAGAI LUMBUNG PANGAN DAN ENERGI NEGERI YANG PRODUKTIF, BERDAYA SAING, ADIL, SEJAHTERA, BAHAGIA, DAN BERKELANJUTAN :::

Bojonegoro Panen Raya Padi Organik Ratusan Hektar

Panen Padi Organik Kanor

Bupati Bojonegoro, Suyoto melakukan panen raya padi dengan menggunakan pupuk organik di Desa Bungur Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur. Jumat pagi (21/3/2014).

Untuk Wilayah Kanor luas panen pada musim tanam Oktober seluas 46 hektar (ha) dengan hasil panen : ceherang 8,2 ton, inpari 30 : 9,2, untuk inpari 30 jenis ini tahan banjir selama 20 hari, ds. bungur luas areal padi :191 ha hasil ubinan menunjukkan hasil per ha mencapai : 7,8 ton.

Menurut Kapala UPTD Pertanian Kecamatan Kanor, Jumadi, dipilihnya Desa Bungur sebagai tempat panen raya karena bila kemarau tanaman disini sangat butuh air. Harapannya kedepan Bungur bisa memanfaatkan pompanisasi dari Bengawan Solo karena air dari Waduk Pacal sangat kurang.

Menurut Jumadi, di wilayah Kanor terdapat kelompok petani yang mendirikan badan usaha yaitu kumpulan dari desa yg terdiri dr 5 desa antara lain Bakung, Bungur, Simorejo, Sumberwangi, dan Sedeng. Desa-desaa tersebut bersama – sama berupaya untuk mendapatkan pompanisasi degan cara mendapat pinjaman modal dari Program Nasional Mandiri Perdesaan (PMPN) ditambah dana BUMDes.

“Dengan pompanisasi petani bisa tanam 2 kali karena sebelumnya hanya sekali. Sehingga nantinya ada indek pertanaman 2,5,” ujar Jumadi.

Bupati Bojonegoro, Suyoto usai melakukan panen diareal sawah dekat Lapangan Desa Bungur langsung menuju ke lokasi kegiatan dan berdialog dengan para petani.

Dalam kesempatan itu, Suyoto, mengajak kepada para petani : kalo bertani untuk belajar tentang penggunaan? bibit, pupuk dan ahli pertanian untuk meningkatkan produksi sehingga Bojonegoro menjadi lumbung pangan Indonesia. menurut suyoto.

“Saya sudah mengeluarkan 11 instruksi supaya produksi pangan ini bisa meningkat. Termasuk pengelolaan lahan, pengendalian hama, benih harus terus diperbaiki, kemampuan petani terus ditingkatkan, kerja sama dengan berbagai ahli, penggunaan teknologi tepat guna, penguasaan teknologi IT kemudian kelembagaan sampai bagaimana pengelolaan pasca panen semua dalam rangka supaya pertanian kita menjafi meningkat hasilnya jadi maksimal,” papar Kang Yoto.

Ditanya target hasil pertanian per hektaar 7 ton sudah tercapai bahkan terbukti mencapai hasil 8,2 ton, Kang Yoto menegaskan, bahwa Bojonegoro di tahun ini akan menyumbang lebih dari 900ribu ton.

Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro, Akhmad Djupari, menjelaskan, ditargetkan hasil produksi padi per ha mencapai 7,3 ton per tahun. Namun melihat hasil sementara dari 55% tanaman yang sudah panen hasilnya rata-rata mencapai 6,8-7,3 ton per ha. Tanaman tersebut merupakan tanam pertama periode Oktober – Pebruari. Sedangkan untuk tanaman ke dua hasilnya jauh lebih baik karena proses penyerbukan akan lebih bagus dan serangan hama penyakit akan berkurang.

“Khusus wereng coklat untuk tanaman tahun ini ada 0,6% dibawah 1%,” tegas Jupari.

Jupari mencontohkan, untuk produksi di wilayah Kecamatan Kapas rata-rata mencapai 9,9/ha, sedangkan di Kecamatan Bubulan 8,7 ton/ha. Sementara untuk luas panen tanaman rendengan 87 ribu ha. Jumlah itu dari lahan sawah maupun bukan sawah.

Jupari menghitung, dari 86 ribu ha yg ada bila dibuat rata-rata produksi 7 ton/ha, maka akan keluar 600 ribu ton/ha pada musim tanam pertama, 50 ribu ha, musim tanam seluas 22 ribu ha bila rata2 kita buat 7 ton/ ha maka produksi sebanyak 1.200.00 ton.

“Sedangkan pada tahun 2014 ini kebutuhan Bojonegoro akan padi hanya 500 ribu ton. Maka 700 ribu ton bisa disumbangkankan untuk nasional,” pungkas dia. (Mbang/Dwi/Kominfo)

Updated: March 21, 2014 — 18:06

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro © 2014