|
Belajar Pelaksanaan MBS di Bojonegoro |
|
Tuesday, 09 March 2010 04:56 |
|
Lima belas orang perwakilan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Lembata Nusa Tenggara Timur (NTT), kemarin melakukan studi banding tentang pelaksanaan manajemen berbasis sekolah (MBS) di Bojonegoro. Mereka diterima di aula Disdik Bojonegoro.
Wilhelmus Sogen, sekretaris Disdik Lembata mengatakan, kedatangannya ke Bojonegoro untuk belajar pengembangan MBS. Sebab, pelaksanaan MBS di Lembata masih belum dilaksanakan dengan mantap. Dengan studi ke Bojonegoro yang sudah menerapkan MBS sejak beberapa tahun lalu, diharapkan ada pengetahuan yang bisa dikembangkan di Lembata. "Nanti kita akan studi langsung ke beberapa sekolah yang sudah menerapkan MBS," paparnya.
Rombongan studi banding diterima langsung oleh Kepala Disdik Bojonegoro Zainuddin.
"Disdik sangat bangga karena banyak pihak mengapresiasi pengembangan MBS yang sudah dirintis sejak 1999 lalu," katanya.
Mantan Kabid Dikmen ini mengungkapkan, rombongan studi banding mempelajari tiga pilar plus. Yaitu, efisiensi manajemen pengelolaan sekolah, pelaksanaan pembelajaran aktif, dan peningkatan peran masyarakat. "Selain itu, yang menjadi pilar tambahan (plus) adalah proses pembelajaran yang berorientasi life skill," jelasnya. (JP/PTI) |