|
Pemkab Harus Serius Tangani Fosil |
|
Wednesday, 10 March 2010 02:46 |
|
Pemkab Harus Serius Tangani Fosil
Belum adanya tindakan dari Pemkab Bojonegoro terkait penemuan fosil yang diduga kerbau purba di Kecamatan Kalitidu memantik keprihatinan berbagai pihak. Dikhawatirkan, jika lama tidak ditangani, fosil itu akan rusak. "Saat terakhir kali ditinjau beberapa waktu lalu, kondisinya sudah hampir banyak yang rusak," kata Hari Nugroho, penggali benda purbakala dari Kecamatan Kalitidu, kemarin (9/3).
Hal senada disampaikan Agus Sunarno, penjaga Museum Rajekwesi Bojonegoro. Dia mengungkapkan, pemkab perlu memberi perhatian yang serius atas penemuan berbagai benda purbakala di wilayah Bojonegoro. Sebab, fosil purba jenis kerbau ini jarang ada yang punya. Kalau fosil gajah banyak yang punya. "Di berbagai daerah juga jarang yang memiliki koleksi fosil kerbau. Ini penemuan langka dan perlu diketahui secepatnya apakah termasuk fosil kerbau purba atau tidak," paparnya.
Namun, lanjut Agus, semua itu tergantung kebijakan pemkab dalam menindaklanjutinya. Sebab, yang menemukan adalah perseorangan, sehingga sesuai dengan UU Nomor 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya, bagi perorangan yang menemukan akan diberikan balas jasa.
Suwito, Kasi kepurbakalaan dinas pariwisata dan kebudayaan (Disparbud) setempat, mengatakan, pihaknya masih menunggu keputusan bupati untuk menentukan kebijakan terkait penemuan itu. "Kita masih konsultasikan dengan bupati untuk langkah selanjutnya," terangnya. (JP/Kominfo/PTI) |