Penuh Haru, Mbah Musrikah Berangkat Ke Panti Sosial di Magetan untuk Hidup Layak di Usia Senja

Redaksi
08 Jun 2026
6.805 seen

Penuh Haru, Mbah Musrikah Berangkat Ke Panti Sosial di Magetan untuk Hidup Layak di Usia Senja

Bojonegorokab.go.id – Air mata haru mengiringi langkah Mbah Musrikah (70) saat meninggalkan Desa Ketileng, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, menuju Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Magetan, Senin (8/06/2026). Di usia senjanya, perempuan yang telah kehilangan anak, suami, dan seluruh saudara kandungnya itu akhirnya mendapatkan tempat yang akan merawat dan mendampinginya menjalani hari-hari terakhir kehidupan dengan lebih tenang.

Selama puluhan tahun, Mbah Musrikah merantau di Surabaya. Namun, kondisi kesehatan yang semakin menurun membuatnya memilih kembali ke kampung halaman. Sayangnya, kepulangan itu tidak disertai keberadaan keluarga yang bisa menjadi tempat bersandar. Ia hidup seorang diri tanpa rumah dan selama ini menumpang di kediaman warga sekitar.

Meski hidup dalam keterbatasan, Mbah Musrikah tidak pernah benar-benar sendiri. Warga Desa Ketileng bersama Pemerintah Desa setempat bergotong royong membantu memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Kepedulian itulah yang kemudian menjadi jembatan hingga akhirnya Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro melakukan rujukan ke PSTW Magetan yang merupakan milik Dinsos Provinsi Jawa Timur .

Suasana haru begitu terasa saat proses keberangkatan. Dengan suara lirih dan mata berkaca-kaca, Mbah Musrikah mengungkapkan rasa syukurnya kepada semua pihak yang selama ini mendampinginya.

"Kulo pun mboten gadhah sinten-sinten malih. Anak, bojo, dulur sampun kesah riyenan. Kulo bingung lek tambah sepuh sinten sing ngrumat. Nanging Gusti Allah mboten sare. Matur nuwun sanget kagem Pemdes, tanggi-tanggi Ketileng, lan Dinas Sosial sing sampun ngrewangi kulo. Kulo ikhlas lan seneng teng panti, mugi wonten sing ngrumat ngantos akhir hayat," tuturnya penuh haru.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro, Nafiatin Ni'mah mengaku tersentuh saat mendampingi langsung proses rujukan tersebut. Menurutnya, langkah cepat dilakukan setelah menerima informasi dan koordinasi dari Pemerintah Desa Ketileng.

"Kami ingin memastikan Mbah Musrikah mendapatkan perlindungan dan perawatan yang layak. Di usia yang sudah lanjut, beliau membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan. Karena itu, kami mendampingi langsung keberangkatannya ke PSTW Magetan agar seluruh proses berjalan dengan baik," ujar Nafiatin.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro, Agus Susetyo Heriyanto menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan Pemerintah Desa Ketileng yang selama ini telah menunjukkan kepedulian luar biasa kepada Mbah Musrikah.

"Kisah Mbah Musrikah mengajarkan kepada kita bahwa kepedulian sosial masih hidup di tengah masyarakat," ungkap Agus.[fif/nn]