Dinkop Jatim Turun Lapangan, Bedialog Langsung dengan Pelaku UMKM Bojonegoro

Admin
03 May 2021
23 dilihat

Bojonegorokab.go.id - Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop dan UKM) Provinsi Jawa Timur turun ke lapangan melihat aktivitas empat pelaku UMKM di Bojonegoro, Senin (3/5/2021). Kegiatan rutin ini dilakukan dalam rangka monitoring dan evaluasi (monev) kegiatan pembinaan yang telah dilakukan di Kota Ledre untuk penguatan usaha UMKM.

 

Staf Pengembangan Usaha Dinkop dan UKM Provinsi Jawa Timur Awit Setiawan mengatakan, kegiatan ini bertujuan melihat langsung manfaat dan masukan dari para pelaku UMKM di Bojonegoro.

 

“Saran dan kritik dari pelaku UMKM sangat kita terima untuk perencanaan kegiatan pembinaan yang akan datang. Jika bermanfaat, pembinaan akan terus kita lakukan dengan materi yang berbeda-beda,” ucapnya ketika berada di salah satu rumah produksi mahar dan hantaran merek Zig-Zag di Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro. 

 

Bersama dua staf Pengembangan Usaha Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur lainnya yaitu Suhartono dan Nuning Destianingrum, Dinkop Jatim juga berdialog dengan pelaku UMKM terkait pembekalan materi-materi yang pernah disampaikan langsung pada ke empat pelaku UMKM di Bojonegoro. Di antaranya, dua pelaku UMKM di Desa Kalianyar dan dua pelaku UMKM di Kecamatan Kota. Harapannya akan ada sinkronisasi dengan kegiatan monev di kota-kota lain seperti di Malang, Pasuruan, dan Surabaya. 

 

“Kita juga mendata capaian para pelaku UMKM setelah mendapat materi binaan, serta dampak usaha selama pandemi ini,” imbuhnya.

 

Sementara itu, pelaku UMKM merek Zig-Zag Hesti Eka Nur Pramesti menyambut antusias kedatangan Dinkop Jatim. Dia turut memberikan pendapat soal materi lanjutan mengenai pemanfaatan teknologi infomasi di era digital.

 

“Karena masih banyak pelaku UMKM yang juga masih belum melek teknologi,” ucap Hesti yang sudah sejak 2008 bergelut di dunia hantaran dan mahar pernikahan.

 

Hesti mengatakan, sangat mendukung kegiatan pembinaan yang dilakukan Dinkop Jatim di Bojonegoro. Hal itu tentunya dapat mendukung kemajuan usahanya. Menurut Hesti, materi binaan yang diberikan juga sangat bermanfaat. Dia telah mengaplikasikan ilmu mengenai mematenkan merek.

 

“Ada panduan untuk mematenkan merek. Alhamdulillah, sekarang saya bisa mematenkan merek usaha. Jadi guna mematenkan merek yang ada, supaya tidak sama dengan lainnya,” papar Hesti. (nn/Kominfo)