Bojonegoro Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Awards Jawa Timur 2025 Kategori Informatif

M. Khoirudin
30 Nov 2025
3 dilihat

Bojonegoro Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Awards Jawa Timur 2025 Kategori Informatif

Bojonegorokab.go.id – Penghargaan kembali diraih Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro. Pada Malam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik “KI Awards” Jawa Timur 2025 yang digelar di Hotel Aston Bojonegoro, Sabtu malam (29/11/2025), Bojonegoro meraih penghargaan tertinggi untuk Kategori Informatif tingkat pemerintah kabupaten/kota se-Jawa Timur.

Bojonegoro dinilai sukses memenuhi kewajiban sebagai badan publik dalam memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat secara transparan. Capaian ini melengkapi penghargaan yang diraih dua pemerintah desa di Bojonegoro dalam event yang sama. Yakni Pemdes Tikusan, Kecamatan Kapas, dan Pemdes Pungpungan, Kecamatan Kalitidu.

Ketua Komisi Informasi Provinsi Jawa Timur, Edi Purwanto menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan monitoring dan evaluasi terhadap seluruh badan publik peserta KI Awards 2025. Tahun ini Komisi Informasi Jatim menerapkan e-monitoring berbasis website sehingga setiap badan publik dapat mengisi kuesioner secara mandiri dan langsung menerima feedback atas kekurangan maupun catatan perbaikan.

“Tiap badan publik bisa melihat sendiri kekurangannya di mana. Kami mencoba memudahkan agar proses evaluasi bisa lebih objektif dan transparan,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyampaikan rasa terima kasih karena Bojonegoro dipercaya sebagai tuan rumah KI Awards 2025. Bupati juga menyinggung slogan kepemimpinannya bersama Wakil Bupati, yakni “medhayoh”, yang bermakna sikap ramah menerima tamu dan menjunjung nilai-nilai kebaikan.

“Sebagai tuan rumah harus baik, bersahaja. Jika ada kekhilafan, mohon dimaafkan,” tutur Bupati.

Lebih jauh, Bupati menegaskan bahwa keterbukaan informasi sudah menjadi komitmen Pemkab Bojonegoro sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat. “Keterbukaan informasi publik sama-sama kita dorong untuk menjadi budaya kerja,” ungkapnya.

Bupati juga menyampaikan bahwa seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pemerintah desa telah digerakkan untuk terus menjaga keterbukaan dan menyampaikan informasi secara baik dan bertanggung jawab.

“Ini menjadi semangat sekaligus tantangan kami ke depan. Perbaikan-perbaikan akan terus kami lakukan,” ujarnya.[*]