Kesenian Sandur, Campursari dan Wayang Thengul Jadi Hiburan Spesial Warga Bojonegoro Sambut Tahun Baru

M. Khoirudin
01 Jan 2026
21 dilihat

Kesenian Sandur, Campursari dan Wayang Thengul Jadi Hiburan Spesial Warga Bojonegoro Sambut Tahun Baru

Bojonegorokab.go.id – Malam pergantian tahun dirayakan penuh suka cita oleh warga Bojonegoro. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menggelar berbagai acara seni budaya untuk menemani warga merayakan malam tahun baru, Rabu (31/12/2025). 

Di halaman SDN 1 Ngradin, Kecamatan Padangan, seni tradisional campursari dan sandur menjadi tontonan warga. Pagelaran campursari dan sandur ini menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya lokal sekaligus hiburan masyarakat dalam menyambut datangnya tahun baru 2026.  

Acara diawali hiburan musik campursari yang dibawakan oleh AK NADA. Grup campursari ini menghadirkan sebanyak 15 personel, terdiri dari pemusik dan vokalis, yang membawakan lagu-lagu bernuansa Jawa dan berhasil menghibur masyarakat. Di sela-sela penampilan campursari, para pelajar se Kecamatan Padangan menampilkan Tari kembang kahyangan, yang merupakan tari kebanggaan Kabupaten Bojonegoro. 

 

Puncak acara ditandai dengan pagelaran sandur yang dibawakan oleh grup kesenian Sayap Jendela. Pertunjukan sandur berlangsung meriah dan sarat pesan budaya, sekaligus menjadi penampilan penutup yang dinanti masyarakat.

“Pergantian tahun tidak harus dirayakan dengan pesta besar atau kembang api. Dengan kegiatan budaya seperti ini, suasana tetap meriah, aman, dan penuh nilai edukasi,” ujar Masirin.

Pimpinan Campursari AK NADA, Antok Kliwir, menegaskan bahwa keterlibatan grupnya dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mengenalkan musik Jawa kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

“Melalui musik campursari, kami ingin mengenalkan dan menumbuhkan kecintaan terhadap musik Jawa. Musik tradisional ini punya nilai budaya yang tinggi dan harus terus diwariskan,” ungkapnya.

Tak hanya sandur dan campursari, seni tradisional Wayang Thengul juga hadir dan menjadi pertunjukan spesial di penghujung tahun. Wayang Thengul digelar di Kecamatan Kanor. Warga memadati halaman Kantor Kecamatan Kanor hingga meluber ke jalanan di depan kantor kecamatan. 

‎Hadi Sabdocarito (65), seorang dalang yang ikut hadir di acara Wayang Thengul dari Desa Sobontoro, Kecamatan Balen menjelaskan bahwa cerita yang dibawakan mengangkat sejarah daerah. Cerita Wayang Thengul malam ini mengisahkan sejarah Bojonegoro. Ada seorang pahlawan pada zaman Diponegoro, yaitu Adipati Sosrodilogo, yang bersama-sama masyarakat berjuang mengusir penjajah.‎

Selain di Padangan dan Kanor, seni tradisional Campursari juga hadir di Lapangan Desa Sraturejo, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Rabu malam (31/12/2025). Grup Campursari Moro dipadati warga Baureno dan sekitarnya.

‎Kerumunan penonton terlihat memadati lapangan hingga ke sisi jalan desa, sehingga para pedagang UMKM di sekitar lokasi turut kebanjiran pembeli. Ramainya pengunjung ini menjadi salah satu faktor utama meningkatnya omzet penjualan para pedagang selama acara berlangsung.

‎Warga menyambut positif acara Campursari Moro Seneng tersebut. Siti Munawaroh (55), warga Desa Blongsong, Kecamatan Baureno, datang khusus untuk menikmati hiburan.

‎“Saya datang ke lapangan ini memang untuk melihat acara Campursari. Harapannya ke depan bisa semakin maju dan lebih sering diadakan,” tuturnya.[*/nn]