Kualitas Kesehatan Lebih Baik, Angka Harapan Hidup Warga Bojonegoro Meningkat

M. Khoirudin
13 Jan 2026
35 dilihat

Kualitas Kesehatan Lebih Baik, Angka Harapan Hidup Warga Bojonegoro Meningkat

Bojonegorokab.go.id – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat terus membuahkan hasil positif. Angka Harapan Hidup (AHH) warga Bojonegoro meningkat. AHH ini menjadi salah satu komponen utama pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bojonegoro yang mengalami kenaikan dari 72,75 (2024) menjadi 73,74 (2025) atau naik 0,95 poin.  

AHH menjadi komponen pertama IPM. Faktor utama AHH adalah standar kesehatan masyarakat Bojonegoro yang menunjukkan tren membaik. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya AHH dari 74,91 tahun (2024) menjadi 75,20 tahun (2025). Peningkatan ini merupakan dampak nyata dari optimalisasi layanan kesehatan dasar serta program jaminan kesehatan yang merata.

"Peningkatan AHH di Bojonegoro menjadi bukti nyata bahwa standar kesehatan masyarakat kita terus membaik. Capaian ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari optimalisasi layanan kesehatan dasar dan program jaminan kesehatan yang semakin merata. Kami berkomitmen agar kualitas hidup yang baik ini dapat dirasakan oleh seluruh warga hingga ke pelosok desa," ujar Kepala Bappeda Kabupaten Bojonegoro Achmad Gunawan, Senin (12/01/2026).

Komponen IPM yang kedua, Harapan Lama Sekolah (HLS). Akses sekolah makin luas. Kualitas pendidikan terus dipacu melalui berbagai program strategis, termasuk penyaluran berbagai skema beasiswa. HLS Kabupaten Bojonegoro dari 13,18 tahun (2024) menjadi 13,27 tahun (2025).

Sedangkan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) di Kabupaten Bojonegoro naik dari 7,59 tahun (2024) menjadi 7,78 tahun (2025). Pemerintah daerah berkomitmen agar tidak ada anak Bojonegoro yang putus sekolah akibat kendala biaya. Termasuk adanya program Sekolah Rakyat dan pemerataan beasiswa bagi putra-putri daerah.

Ketiga, daya beli masyarakat menguat. Kesejahteraan ekonomi masyarakat juga menunjukkan penguatan yang berarti. Pengeluaran Riil Per Kapita (yang disesuaikan) meningkat dari Rp 11,204 juta menjadi Rp 11,79 juta per tahun. Capaian ini meningkat 592 ribu rupiah (5,28 persen) dibanding tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini mencerminkan keberhasilan program pemberdayaan ekonomi lokal dan stabilitas harga kebutuhan pokok di wilayah Bojonegoro.

Peningkatan signifikan pada seluruh komponen IPM ini merupakan hasil sinergi yang baik antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat. Ke depan, Pemkab Bojonegoro berkomitmen untuk menjaga momentum pertumbuhan ini agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan warga, hingga ke pelosok desa. [cs/nn]