Matangkan Langkah, Pemkab Gelar Sarasehan Geopark Bojonegoro Menuju UNESCO Global Geopark

M. Khoirudin
19 Jan 2026
35 seen

Matangkan Langkah, Pemkab Gelar Sarasehan Geopark Bojonegoro Menuju UNESCO Global Geopark

Bojonegorokab.go.id - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memantapkan langkah dalam mengantarkan Geopark Bojonegoro menuju pengakuan dunia sebagai bagian UNESCO Global Geopark (UGGp). Komitmen tersebut ditegaskan dalam Sarasehan Persiapan Geopark Bojonegoro menuju UNESCO Global Geopark, yang digelar Senin (19/01/2026) di Hotel Aston Bojonegoro.

Sarasehan ini dihadiri langsung oleh Vice President of UNESCO Global Geopark (UGGp), Prof. Ibrahim Komoo, serta pakar pendidikan, Prof. Norzaini Azman, yang memberikan penguatan strategis dari sisi keilmuan, edukasi publik, dan tata kelola geopark berstandar internasional.

General Manager Geopark Bojonegoro, Kusnandaka Tjatur, menyampaikan bahwa upaya menuju UGGp merupakan perjalanan panjang yang telah dilalui bersama sejak tahun 2017. Ia berharap, pada tahun 2026 Geopark Bojonegoro benar-benar mampu menjadi bagian dari kebanggaan bangsa Indonesia melalui pengakuan UNESCO.

“Ini adalah perjalanan panjang kita semua. Harapan kami, apa yang telah kita lalui sejak 2017 hingga saat ini bisa berbuah manis, sehingga Geopark Bojonegoro dapat masuk dalam UNESCO Global Geopark,” ungkapnya.

Kusnandaka menjelaskan, Geopark Bojonegoro saat ini telah memiliki 21 geosite yang tersebar di 7 kecamatan, serta didukung kekayaan geologi, geokultur, dan geobiologi yang terus dikembangkan sebagai sarana edukasi, baik bagi masyarakat maupun generasi mendatang. 

Geopark Bojonegoro juga telah ditetapkan sebagai Kawasan Cagar Alam Geologi (KCAG) oleh Kementerian ESDM serta tergabung dalam Jaringan Geopark Nasional Indonesia.

Melalui kehadiran Prof. Ibrahim Komoo, yang selama ini berpengalaman mendampingi berbagai geopark dunia hingga meraih status UNESCO Global Geopark, diharapkan Geopark Bojonegoro memperoleh arahan teknis, evaluasi, serta penguatan substansi dalam menghadapi tahapan penilaian akhir. 

Sementara itu, Prof. Norzaini Azman menekankan pentingnya peran edukasi publik dan keterlibatan masyarakat dalam menjadikan geopark sebagai ruang pembelajaran yang inklusif dan berkelanjutan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bojonegoro, Achmad Gunawan, menegaskan bahwa perjuangan menuju UGGp membutuhkan komitmen jangka panjang, semangat voluntarisme, serta kolaborasi lintas sektor.

“Memperjuangkan sesuatu yang hasilnya belum kita dapatkan hari ini memang tidak mudah. Namun dengan komitmen bersama, kami optimistis Geopark Bojonegoro mampu menghadapi proses penilaian ke depan,” ujarnya.

Achmad Gunawan juga menyampaikan bahwa pengembangan Geopark Bojonegoro telah menjadi bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bojonegoro. Menurutnya, keberhasilan Geopark Bojonegoro nantinya bukan semata hasil kerja pemerintah daerah, melainkan buah dari kontribusi seluruh elemen, mulai dari komunitas, akademisi, pelaku UMKM, sektor pariwisata, hingga masyarakat.

“Jika kelak Geopark Bojonegoro berhasil masuk UNESCO Global Geopark, maka itu adalah keberhasilan bersama,” pungkasnya.[zul/nn]