Dapat Alokasi Pupuk Organik 13.948 Ton, Pemkab Bojonegoro Dorong Petani Kurangi Ketergantungan pada Pupuk Kimia

Redaksi
22 Jan 2026
410 dilihat

Dapat Alokasi Pupuk Organik 13.948 Ton, Pemkab Bojonegoro Dorong Petani Kurangi Ketergantungan pada Pupuk Kimia

Bojonegorokab.go.id – Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) terus berusaha mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia. Salah satunya dengan kampanye penggunaan pupuk organik. Pada tahun 2026, Bojonegoro mendapat alokasi bantuan pupuk organik sebanyak 13.948 ton.

Kepala DKPP Bojonegoro Zaenal Fanani menyatakan bahwa edukasi mengenai pentingnya pupuk organik menjadi prioritas utama. Pupuk organik dinilai mampu memperbaiki struktur fisik, kimia, dan biologi tanah yang mulai jenuh akibat penggunaan pupuk anorganik selama bertahun-tahun.

"Kami ingin petani tidak hanya mengejar kuantitas hasil panen dalam jangka pendek, tetapi juga menjaga kelestarian lahan. Pupuk organik adalah kunci agar tanah tetap gembur dan mampu menahan air dengan lebih baik," ujarnya.

Lebih lanjut Zaenal Fanani menjelaskan alokasi sebanyak 13.948 ton pupuk organik ini akan didistribusikan kepada kelompok tani (Poktan) yang telah terdaftar dan memenuhi kriteria teknis. Dengan adanya tambahan alokasi ini, diharapkan beban biaya produksi petani dapat berkurang. Selain itu, penggunaan pupuk organik diharapkan dapat meningkatkan nilai jual hasil tani, karena produk yang dihasilkan cenderung lebih sehat dan memiliki daya simpan yang lebih lama.

Dengan menggunakan pupuk organik, ada beberapa manfaat yang penting bagi masa depan pertanian:

1. Memperbaiki tekstur dan struktur tanah.

2. Mempertahankan pH Optimal tanah.

3. Meningkatkan bakteri baik yang diperlukan tanah.

4. Meningkatkan kelembaban tanah.

5. Meningkatkan efektivitas pemupukan. Sehingga bisa mengurangi pemakaian pupuk kimia

DKPP mengajak seluruh lapisan petani di Bojonegoro untuk mulai beralih secara bertahap ke pola pemupukan berimbang. “Pemerintah daerah berkomitmen akan terus mengawal ketersediaan sarana produksi pertanian agar ketahanan pangan di Bojonegoro tetap terjaga,” pungkasnya.[fif/nn]