Hari Kedua Sosialisasi DTSEN di Bojonegoro, Kemensos RI Minta Pemdes Integrasikan Data untuk Penyaluran Bansos Tepat Sasaran

Redaksi
22 Jan 2026
62 dilihat

Hari Kedua Sosialisasi DTSEN di Bojonegoro, Kemensos RI Minta Pemdes Integrasikan Data untuk Penyaluran Bansos Tepat Sasaran

Bojonegorokab.go.id - Sosialisasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang digelar di Pendopo Malowopati memasuki hari kedua, Kamis (22/1/2026) di Pendopo Malowopati. Kementerian Sosial RI mengajak pemerintah desa mengintegrasikan data dan melakukan pemutakhiran secara berkala, valid dan menyesuaikan kondisi di lapangan agar bantuan merata dan tepat sasaran.  

Ketua Tim Penggunaan dan Diseminasi Data Pusdatin Kemensos, Raden Roro Endah Noorwidayati menjelaskan, pihaknya pertama kali ke Bojonegoro dan bertemu dengan seluruh pemerintah desa. Ia kemudian menjelaskan bedanya DTSEN dengan DTKS. 

"Bedanya DTSEN sudah terbagi dalam desil. Oleh BPS dibagi menjadi 10 desil. Setiap desil mewakili 10 persen penduduk Indonesia. Jika Desil tidak sesuai, ada alur pemutakhiran yang bisa dilakukan dan ada call centernya," jelasnya.

Lebih lanjut, untuk semua bantuan dari Kemensos ke depan mengacu pada DTSEN. Sehingga data harus benar valid dan sesuai keadaan. 

Tim Pengembangan Sistem/Aplikasi SIKS-NG Kemensos M. Imam Mudzakir memaparkan terkait SIKS-NG untuk pemutakhiran DTSEN. Dengan SIKS-NG, pemerintah desa diajak berintegrasi dengan melibatkan kementeriran dan lembaga lain, seperti BPS, Dukcapil, BPJS dan Dapodik.  

"Hijrah data ini untuk pemutakhiran data lewat SIKS-NG. Desa menjadi ujung tombak data karena statusnya yang lebih dekat ke masyarakat dan lebih memahami kondisi sosial," pungkasnya. 

Pihaknya menegaskan, data penduduk harus sesuai untuk setiap program. Sebagai operator desa perlu mengetahui beberapa program yang perlu informasi status. Misalnya status warga yang meninggal/hidup, hamil/disabilitas, keberadaan orangtua dan sebagainya. 

SIKS-NG ialah platform terintegrasi untuk mengelola yang digunakan petugas resmi secara berjenjang (desa/kelurahan, pendamping sosial, Dinas Sosial Kab/Kota dan Provinsi hingga Kemensos) untuk memvalidasi, memverifikasi, dan memantau DTSEN beserta program kesejahteraan sosial agar lebih akurat dan tepat sasaran. 

Hadir pula Tim Perencana dan Pengujian Kualitas Data Kemensos Muhammad Reza Abinaufal, pemerintah desa dan operator SIKS-NG se-Kabupaten Bojonegoro, PKH, TKSK dan tamu undangan lainnya. [cs/nn]