Bupati Medhayoh di Balen Hadirkan Semangat Petani Tingkatkan Produktivitas Hasil Pertanian Bojonegoro

Redaksi
28 Jan 2026
258 dilihat

Bupati Medhayoh di Balen Hadirkan Semangat Petani Tingkatkan Produktivitas Hasil Pertanian Bojonegoro

Bojonegorokab.go.id – Sebagai penghasil padi terbesar kedua di Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus berusaha meningkatkan produktivitas hasil pertanian. Melalui kolaborasi teknologi benih hibrida dan penguatan infrastruktur pengairan, Pemkab optimis target terpenuhi sebagai langkah ketahanan pangan daerah.

Hal tersebut ditegaskan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono saat kegiatan "Bupati Medhayoh" yang berlangsung di Sumur Mojo, Desa Sobontoro, Kecamatan Balen, Rabu (28/1/2026). Bupati menyoroti potensi lahan di wilayah Balen yang saat ini menghasilkan rata-rata 6,5 ton per hektar. Menurutnya, angka tersebut masih sangat mungkin ditingkatkan melalui perbaikan manajemen lahan.

“Kuncinya ada pada tata tanam. Berikan jeda waktu minimal dua minggu sebelum penanaman kembali agar unsur hara di dalam tanah bisa bekerja maksimal,” ujar Bupati.

Bupati juga mengajak masyarakat yang hadir dalam acara Bupati Medhayoh untuk tetap menjaga kelestarian alam dan lingkungan sekitar demi keberlanjutan sektor pertanian di masa depan. 

Bupati Mendhayoh sendiri merupakan program aksi turun ke lapangan yang diinisiasi oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono. Lewat kegiatan ini, Bupati langsung menyapa, mendengar aspirasi, dan menyelesaikan masalah warga secara langsung di tingkat desa. Program ini menekankan budaya bertamu, keramahan, dan dialog interaktif dengan didampingi perangkat OPD (Organisasi Perangkat Daerah) untuk respon cepat. Medhayoh bermakna bertamu. 

Kegiatan Bupati Medhayoh diawali dengan meninjau langsung proyek pengecoran jalan di Desa Mulyoagung, Kecamatan Balen. Lalu dilanjutkan ke Desa Sobontoro (Kecamatan Balen), di mana suasana kekeluargaan sangat kental terasa saat Bupati dan Wakil Bupati duduk bersama kelompok tani di bawah pohon beringin yang teduh. Diskusi berfokus pada strategi meningkatkan ketahanan pangan dan produksi padi.

Meski sempat diguyur hujan lebat, antusiasme warga tidak luntur saat rombongan Medhayoh tiba di Desa Sidobandung, Kecamatan Balen. Para petani tetap semangat menyampaikan aspirasi mereka, mulai dari masalah irigasi hingga distribusi sarana produksi pertanian.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro, Zaenal Fanani, menjelaskan bahwa strategi ini merupakan upaya mempertahankan sekaligus melampaui capaian produksi padi tahun 2025 yang mencapai 886 ribu ton. Berdasarkan hasil uji coba yang telah dilakukan, penggunaan padi hibrida menunjukkan kenaikan hasil yang signifikan. Diantaranya di Desa Gajah, Kecamatan Baureno, dari rata-rata 5 ton naik menjadi 8 ton perhektare. Di Desa Pejok, Kecamatan Kepohbaru dari rata-rata 8 ton melonjak hingga 13 ton perhektare.

"Strategi utama DKPP di tahun 2026 adalah kombinasi antara pembangunan sumur bor untuk jaminan pengairan dan masifnya penanaman padi hibrida," terang Zaenal Fanani.

Sementara itu, Saiful Ashar, perwakilan Kelompok Tani (Poktan) Desa Sobontoro Kecamatan Balen, menyampaikan apresiasi dan harapannya terhadap dukungan pemerintah. Ia menekankan pentingnya ketersediaan alat mesin pertanian (alsintan) dan jaringan irigasi yang mantap.

"Kami sangat berharap pada perbaikan saluran irigasi tersier di area persawahan dan dukungan unit combine harvester. Semoga dengan strategi baru ini, pertanian di Desa Sobontoro semakin maju dan sejahtera," ungkap Saiful.[fif/nn]