Pemkab Bojonegoro Optimis Angka Kemiskinan Turun Menjadi 10,55 % Tahun 2026

Redaksi
30 Jan 2026
64 dilihat

Pemkab Bojonegoro Optimis Angka Kemiskinan Turun Menjadi 10,55 % Tahun 2026

Bojonegorokab.go.id - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menargetkan penurunan angka kemiskinan sebesar 0,94 persen pada tahun 2026. Target tersebut setara dengan pengurangan sebanyak 4.310 Kepala Keluarga (KK) atau 11.854 jiwa, sehingga angka kemiskinan Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2026 ditargetkan berada di angka 10,55 %.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bojonegoro, Agus Susetyo Hardiyanto, menjelaskan bahwa pada tahun 2025 angka kemiskinan Kabupaten Bojonegoro tercatat sebesar 11,49 % atau setara 144.900 jiwa. Dengan target penurunan tersebut, diharapkan pada tahun 2026 jumlah penduduk miskin dapat ditekan menjadi 133.046 jiwa.

Ia menambahkan, Pemkab Bojonegoro terus memperkuat penggunaan basis Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang memuat kondisi sosial ekonomi penduduk. Basis data tersebut telah dipadankan dengan berbagai sumber. Yakni dari DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), P3KE (Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem), serta REGSOSEK (Registrasi Sosial Ekonomi).

“Basis data ini digunakan untuk digunakan mendukung keterpaduan program pembangunan nasional dan sinergi antar kementerian, lembaga dan pemerintah daerah dalam rangka mencapai tujuan pembangunan yang terukur dan berkelanjutan,” jelasnya Jumat (30/1/2026).

Sebagai langkah konkret, Pemkab Bojonegoro melakukan percepatan pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) bekerjasama dengan BPS Kabupaten Bojonegoro melalui kegiatan bimbingan dan pelatihan petugas pendataan di seluruh wilayah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di 430 desa dan kelurahan dengan waktu pelaksanaan mulai 14 Januari hingga 16 Februari 2026.

Pelaksanaan pemutakhiran data ini melibatkan 28 Camat sebagai Koordinator Kecamatan, 430 Petugas Koordinator Desa/Kelurahan, serta 2.580 Petugas Pencacah Data Lapangan. Dalam proses survei, petugas pencacah akan memotret kondisi riil sosial ekonomi masyarakat di lapangan.

“Data yang dikumpulkan akan diolah dengan metode statistik sehingga data menjadi informasi, dan informasi tersebut menjadi dasar pengambilan kebijakan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Bojonegoro,” pungkas Agus.

Dengan langkah-langkah strategis tersebut, Pemkab Bojonegoro optimistis target penurunan angka kemiskinan tahun 2026 dapat tercapai melalui sinergi program pemerintah daerah dan dukungan seluruh elemen masyarakat.

“Maka pengentasan kemiskinan menjadi tanggung jawab bersama semua Dinas dan Badan dalam bentuk bansos, pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan sosial,” pungkasnya. [ai/nn]