Pembangunan Infrastruktur di Bojonegoro Makin Merata, Jalan Rigid Beton Desa Lengkong-Balen Selesai Dikerjakan

Redaksi
30 Jan 2026
173 dilihat

Pembangunan Infrastruktur di Bojonegoro Makin Merata, Jalan Rigid Beton Desa Lengkong-Balen Selesai Dikerjakan

Bojonegorokab.go.id – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro dalam mempercepat pemerataan infrastruktur desa terus membuahkan hasil nyata. Terbaru, Pemerintah Desa (Pemdes) Lengkong, Kecamatan Balen, sukses menuntaskan pembangunan jalan rigid beton melalui program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD).

Proyek infrastruktur sepanjang 512 meter dengan lebar 4 meter dan tebal 15 sentimeter ini dikerjakan secara swakelola. Selain menjamin kualitas fisik yang kokoh, proyek ini terbukti transparan dan memberikan dampak ekonomi langsung melalui penyerapan tenaga kerja lokal.

Guna memastikan kualitas pembangunan, Kepala Desa Lengkong, H. Ahmad Sholihin, melakukan pengecekan fisik langsung di lapangan pada Jumat (30/01/2026). Ia memastikan bahwa seluruh pengerjaan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (Timlak) telah memenuhi standar teknis yang ditetapkan.

“Kami berkomitmen mengelola dana BKKD dari Pemkab Bojonegoro secara transparan. Hasilnya, jalan ini kini sudah selesai dan siap menunjang aktivitas warga. Kami sangat berterima kasih kepada Pemkab Bojonegoro atas dukungan anggaran ini," ujar Ahmad Sholihin.

Lanjutnya, keberadaan jalan baru ini memiliki nilai strategis bagi warga Lengkong. Selain sebagai urat nadi transportasi, jalan tersebut merupakan akses utama menuju Pondok Pesantren Tasdini.

“Setiap hari jamaah dan santri keluar masuk melalui jalur ini. Sekarang mobilitas mereka jauh lebih lancar, aman, dan nyaman. Dampaknya tidak hanya pada kenyamanan ibadah, tapi juga pada peningkatan ekonomi warga sekitar," tambahnya.

Manfaat pembangunan ini dirasakan langsung oleh para pelaku UMKM dan distributor lokal yang sebelumnya terkendala akses kelancaran. 

"Pelanggan dari seluruh desa kini lebih mudah mengambil barang. Dulu jalannya rusak, sekarang sudah mulus dan kokoh, sangat mendukung usaha saya," ujar Distributor LPG Bukhori.

Senada dengan Azis, Pengusaha Sangkar Burung juga terbatu dengan akses jalan yang lebih bagus. "Pelanggan saya banyak dari luar daerah seperti Tuban, Lamongan, hingga Jawa Tengah. Dengan jalan yang tidak licin saat hujan, akses ke toko jadi lebih mudah dan jangkauan pasar semakin luas."

Secara keseluruhan, transformasi jalan dari paving rusak menjadi rigid beton ini diharapkan mampu mempercepat distribusi pertanian seperti memudahkan pengangkutan hasil panen warga, mendorong sektor perdagangan, serta memberikan kenyamanan bagi santri dan jamaah pesantren.

Pembangunan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara program Pemkab Bojonegoro dan pengelolaan desa yang partisipatif mampu menciptakan kesejahteraan berkelanjutan bagi masyarakat hingga tingkat desa. [*]