Program KOLEGA Pemkab Bojonegoro Terus Diperluas, Ratusan KPM Terima Bantuan Budidaya Lele

Redaksi
02 Feb 2026
79 dilihat

Program KOLEGA Pemkab Bojonegoro Terus Diperluas, Ratusan KPM Terima Bantuan Budidaya Lele

Bojonegorokab.go.id - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) terus memperkuat program KOLEGA (Kolam Lele Keluarga) sebagai upaya peningkatan ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pada tahun 2025, program ini telah dirasakan manfaatnya oleh ratusan Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Pada 2026 ini, program dilanjutkan dengan skema bantuan yang diperluas.

Kepala Bidang Perikanan Disnakkan Bojonegoro, M. Cholilur Rohman menjelaskan bahwa program KOLEGA dirancang untuk membantu masyarakat membangun usaha budidaya lele skala rumah tangga dengan paket sarana prasarana produksi budidaya ikan secara lengkap.

“Tahun 2025 program KOLEGA telah disalurkan kepada 414 KPM dengan beberapa model kolam, baik buis beton maupun kolam terpal bundar. Bantuan diberikan dalam bentuk paket budiadaya ikan lengkap agar penerima bisa langsung memulai budidaya,” jelas Cholil.

Pada tahun 2025, KOLEGA buis beton disalurkan di 134 KPM dengan rincian bantuan berupa 2 unit kolam buis deker, benih ikan lele 600 ekor (yang diberikan dalam tiga tahapan, masing-masing 200 ekor), pakan ukuran 1 sebanyak 30 kg, pakan ukuran 2 sebanyak 60 kg, probiotik sebanyak 5 botol, seser sebanyak 2 buah, serta waring. Kolam buis beton tersebut dengan torrent air hujan.

Selain itu, KOLEGA kolam terpal bundar diameter 2 meter disalurkan untuk 280 KMP yang terbagi dalam dua skema. Hal tersebut disebabkan oleh sumber dana yang berbeda. Skema pertama, sebanyak 80 KPM berasal dari dana IF (Insentif Fiskal). Masing-masing menerima sarana prasarana berupa kolam terpal bundar diameter 2 meter sebanyak 2 unit, Benih ikan lele sebayak 2.000 ekor, pakan ikan lele ukuran 1 sebanyak 30kg, ukuran 2 sebanyak 225kg, probiotik sebanyak 3 botol, dan seser.  

Skema kedua sebanyak 200 KPM dengan Sumber Dana APBD Bojonegoro. Masing-masing KPM menerima paket sarana prasarana budidaya ikan dengan rincian sebagai berikut kolam terpal bundar diameter 2 meter sebanyak 2 unit , benih ikan lele sebanyak 2.000 ekor, pakan ikan nomor 1 sebanyak 60 kg, nomor 2 sebanyak 120 kg, probiotik sebanyak 2 botol dan seser sebanyak 2 buah.

Menurut Cholil, perbedaan komposisi paket disesuaikan dengan kebutuhan teknis dan kesiapan lokasi penerima. Penyuluh Perikanan Bersama Bidang Perikanan akan melakukan pendampingan dan pemantauan pada proses budidaya ikan tersebut agar tingkat keberhasilan budidaya tetap tinggi.

“Tidak hanya sarana prasarana budidaya sebelumnya didahului oleh pemberian bimbingan teknis cara budidaya ikan dari berbagai narasumber baik perguruan tinggi dan pelaku usaha ikan di Bojonegoro. Kami juga mendorong pendampingan teknis secara kantinyu di lapangan supaya Penerima mengerti budidaya ikan, hasil panen ikan dapat optimal, menjadi tambahan pendapatan keluarga dan meningkatkan gizi anggota keluarga,” ujarnya.

Untuk tahun 2026, program KOLEGA kembali direncanakan menyasar 335 KPM. Bantuan akan dibagi dalam dua kategori utama, yakni KOLEGA buis beton dan KOLEGA kolam terpal bundar.

KOLEGA buis beton direncanakan di 135 KPM, masing-masing KPM akan menerima 2 unit kolam buis beton ukuran tinggi 1 meter diameter 1 meter, benih ikan lele sebanyak 500 ekor, pakan ikan nomor 1 sebanyak 30 kg dan nomor 2 sebanyak 60 kg, probiotik sebanyak 5 botol, serta seser. 

Sementara KOLEGA kolam terpal bundar akan disalurkan di 200 KPM. Masing-masing KPM akan mendapatkan kolam terpal bundar diameter 2 sebanyak 3 unit, benih ikan sebanyak 3.000 ekor, pakan ikan nomor 1 sebanyak 60 kg, pakan nomor 2 sebanyak 240 kg, probiotik 3 botol dan seser.

Cholil menambahkan, program KOLEGA menjadi salah satu strategi daerah dalam mendukung ketahanan pangan dengan cara pemberdayaan masyarakat yang berbasis rumah tangga sekaligus membuka peluang usaha produktif di sektor perikanan.

“Harapannya, KOLEGA tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumsi protein keluarga, tetapi juga bisa dikembangkan menjadi sumber penghasilan baru bagi masyarakat,” pungkasnya.[ai/nn]