1 Tahun Kepemimpinan Bupati Setyo Wahono dan Wabup Nurul Azizah, Ini 5 Capaian Nyata Program untuk Masyarakat

Redaksi
02 Feb 2026
115 dilihat

1 Tahun Kepemimpinan Bupati Setyo Wahono dan Wabup Nurul Azizah, Ini 5 Capaian Nyata Program untuk Masyarakat

Bojonegorokab.go.id - Menjelang satu tahun masa kepemimpinan Bupati Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memacu percepatan pembangunan di berbagai sektor. Keduanya menegaskan komitmennya untuk membawa Bojonegoro lebih bahagia, makmur dan membanggakan melalui lima fokus utama pembangunan daerah.

Lima fokus tersebut adalah Penurunan Angka Kemiskinan, Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Penguatan Ekonomi dan Ketahanan Pangan, Pengurangan Angka Pengangguran, dan Peningkatan Konektivitas Wilayah. 

Seluruh kebijakan yang diambil berpusat pada pemenuhan hak dasar masyarakat dan peningkatan daya saing daerah. "Sehingga pembangunan tidak hanya terlihat secara fisik, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga," ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro Achmad Gunawan, Senin, (2/2/2026).

Berikut rangkuman satu tahun masa kepemimpinan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dan Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah (20 Februari 2025-20 Februari 2026) dengan 5 fokus utama pembangunan daerah :

1. Penurunan Angka Kemiskinan

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bojonegoro mencatat jumlah warga miskin di Kabupaten Bojonegoro terus mengalami penurunan secara signifikan. Persentase kemiskinan di Bojonegoro tercatat sebesar 11,69 (2024) atau setara 147.330 jiwa. Sementara di 2025 persentase kemiskinan di Bojonegoro (11,49) atau setara 144.900.  

Dengan target penurunan tersebut, diharapkan pada tahun 2026 jumlah penduduk miskin dapat ditekan menjadi 133.046 jiwa atau turun menjadi 10,55 persen.

Pemkab Bojonegoro fokus pada intervensi kemiskinan melalui integrasi data yang akurat seperti pemutakhiran Data Damisda. Berbagai program inovasi penanganan kemiskinan juga terus berjalan, seperti Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (Gayatri), Beasiswa Makmur Membanggakan, Dahar dua kali untuk lansia sebatang kara.

Selain itu juga pemberian kartu BPJS Ketenagakerjaan bagi masyarakat pekerja renta, Program UHC, Kolam Lele Keluarga (Kolega), Program Instalasi Pemanen Air Hujan (IPAH), Domba Kesejahteraan, Drone Sprayer Pertanian dan Program Benih Gratis. 

Tak hanya itu, Pemkab Bojonegoro juga melakukan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), bantuan sosial tunai, serta pemenuhan akses air bersih dan sanitasi menjadi instrumen utama untuk mengangkat derajat hidup warga prasejahtera. Berbagai stimulan tersebut sebagai upaya mewujudkan kemandirian ekonomi keluarga.

2. Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

Terkait Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bojonegoro, juga mencatat kenaikan yang baik. Indikator ini penting untuk mengukur tingkat keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia. Grafik menunjukkan terjadinya peningkatan secara bertahap. 

IPM Bojonegoro pada 2024, BPS mencatat berada di indeks 72,75. Di 2025 naik menjadi 73,74. Sedangkan 2026 dengan target proyeksi di angka 74,21. IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan dan bidang lainnya. 

Berdasarkan APBD 2026, kelanjutan berbagai skema Beasiswa Prestasi Pendidikan Tinggi pun semakin banyak. Pada 2025, Pemkab Bojonegoro menganggarkan Rp 35,3 milyar untuk beasiswa pendidikan. Di 2026, naik menjadi Rp 40,467 milyar. Tercatat di 2026 ini alokasi penerima beasiswa yang tertuang dalam RKPD Kabupaten Bojonegoro 2026 sebagai berikut :

- Beasiswa Scientist (target 905 orang/semester)

- Beasiswa 10 Sarjana per Desa (target 2.220 orang/semester)

- Beasiswa Pondok Pesantren (target 326 orang/semester)

- Beasiswa Keluarga Miskin (target 400 orang/semester)

- Beasiswa Tugas Akhir (target 403 orang/kali).

Selain itu, peningkatan fasilitas layanan kesehatan di tingkat Puskesmas hingga RSUD terus digenjot guna menciptakan generasi Bojonegoro yang cerdas, sehat, dan berdaya saing global. Terbukti Pemerintah Kabupaten Bojonegoro meraih penghargaan dalam ajang Universal Health Coverage (UHC) Award Kategori 'Madya' di Jakarta pada 27 Januari 2026. Komitmen ini dalam memberikan perlindungan kesehatan kepada masyarakat melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).  

3. Penguatan Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Sebagai daerah agraris dan penghasil migas, penguatan ekonomi difokuskan pada modernisasi sektor pertanian dan pemberdayaan UMKM. Pemkab berupaya menjaga stabilitas harga pangan serta memberikan kemudahan akses modal bagi pelaku usaha lokal agar ekonomi kerakyatan tumbuh mandiri. 

Berdasarkan data Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Bojonegoro, data ekspor Kabupaten Bojonegoro mengalami kenaikan dari 110,60 juta USD di tahun 2024 menjadi 116,81 juta USD di tahun 2025

Jumlah pelaku UMKM di Kabupaten Bojonegoro pun juga terus meningkat rerata sekitar 3 persen/tahun. Di 2025, total pelaku UMKM mencapai 99.226

Sementara dalam upaya ketahanan pangan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melakukan berbagai upaya meliputi distribusi pupuk, pemberian bibit sayuran dan buah-buahan, program peminjaman Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) gratis bagi poktan. Hingga menjadi Kabupaten dengan Produksi Padi Terbesar Kedua Se-Jatim. 

Berdasarkan rilis BPS Kabupaten Bojonegoro, produksi gabah Bojonegoro naik 24,7 persen pada 2025 dibanding 2024. Kenaikan ini merupakan terbesar dalam sepuluh tahun terakhir. Adapun produksi gabah kering giling (GKG) Bojonegoro tahun 2025 mencapai 886 ribu ton, naik signifikan dibanding tahun 2024 yang sebesar 710 ribu ton.

4. Pengurangan Angka Pengangguran

Pemkab Bojonegoro terus membuka ruang investasi dan memperbanyak program pelatihan kerja (vokasi) yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini. Kolaborasi dengan sektor swasta terus ditingkatkan untuk menyerap tenaga kerja lokal secara maksimal. Berbagai program intervensi dalam penurunan angka pengangguran terus dilakukan secara komitmen penuh.

Berdasarkan Data Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan Kabupaten Bojonegoro, ada sebanyak 3.030 dari 5.407 peserta pelatihan yang telah bekerja di sektor formal maupun informal. Sedangkan data pengangguran juga menurun. Berdasarkan data BPS Jawa Timur, pada 2025, tercatat persentase pengangguran turun menjadi 3,90 persen dari 4,42 persen (2024). Tren ini menunjukkan perbaikan penyerapan tenaga kerja di dunia kerja. 

5. Peningkatan Konektivitas Wilayah

Pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan hingga ke tingkat desa tetap menjadi tulang punggung pembangunan. Konektivitas yang lancar diharapkan mampu memangkas biaya logistik, mempercepat mobilitas warga, dan menghidupkan pusat-pusat ekonomi baru di seluruh pelosok Bojonegoro. Di 2025, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelontorkan Rp 651 miliar melalui skema BKKD. 

Sementara itu, rekonstruksi dan rehabilitasi jalan dan jembatan juga telah dilakukan oleh Dinas Bina Marga Kabupaten Bojonegoro. Penuntasan 27 ruas jalan kabupaten dengan konstruksi rigid beton sepanjang 33 kilometer telah dilakukan. Selain itu juga merehabilitasi 56 titik ruas jalan kabupaten sepanjang sekitar 83 kilometer. Sedangkan untuk jembatan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro telah mengganti, merehabilitasi dan memelihara jembatan di 262 titik. [cs/nn]