Perbaikan Jalan Nasional di Baureno Terus Dilakukan, Pengguna Jalan Makin Aman dan Nyaman
Bojonegorokab.go.id – Upaya menjaga kemantapan infrastruktur jalan di wilayah Kabupaten Bojonegoro terus dilakukan. Saat ini, perbaikan ruas jalan nasional Bojonegoro-Babat, tepatnya di Desa Sraturejo dan Desa Ngemplak, Kecamatan Baureno, tengah dikebut demi menjamin keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 4.6 secara intensif melakukan penanganan di KM 83 Sraturejo dan KM 86 Ngemplak. Proses perbaikan ini mengandalkan teknologi Cold Milling Machine (CMM) untuk mengelupas lapisan aspal lama yang tidak rata sebelum dilapisi kembali.
Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menyampaikan penanganan ini merupakan bentuk tanggung jawab bersama demi kepentingan masyarakat. Meskipun status jalan tersebut adalah jalan nasional, Pemkab Bojonegoro tetap memberikan perhatian khusus.
"Kondisi jalan rata-rata mengalami gelombang (menggelembung). Walaupun ini merupakan kewenangan pusat, karena secara historis pernah dibangun melalui dana APBD, maka pemeliharaannya menjadi tanggung jawab moral dan koordinasi bersama," ujar Wabup Nurul.
Penyebab kerusakan dan langkah penanganan, berdasarkan evaluasi teknis dari PPK 4.6 BBPJN Jatim-Bali, kerusakan di titik tersebut dipicu oleh beberapa faktor utama:
1. Karakteristik Tanah: Kondisi tanah di wilayah Bojonegoro yang bersifat ekspansif (mudah menyusut dan mengembang).
2. Faktor Alam: Cuaca ekstrem yang mempercepat degradasi aspal.
3. Beban Kendaraan: Tingginya volume kendaraan berat atau Over Dimension Over Load (ODOL) yang melampaui kapasitas jalan.
Selain perbaikan struktural di wilayah Kecamatan Baureno, BBPJN melalui PPK 4.6 juga berkomitmen melakukan pemeliharaan rutin berupa patching (penambalan) lubang di sepanjang ruas Babat-Bojonegoro-Padangan hingga batas Ngawi menggunakan campuran aspal panas (hotmix).
Selama proses pengerjaan berlangsung, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengimbau para pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi area proyek, mengatur kecepatan kendaraan dan menjaga jarak aman, dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas serta arahan petugas di lapangan.
Langkah ini diambil semata-mata untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat serta menjamin distribusi logistik di jalur utama Jawa Timur tetap berjalan optimal. [cs/nn]