1 Tahun Kepemimpinan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dan Wabup Nurul Azizah: Gayatri, Domba Kesejahteraan hingga Kolega Gerakkan Ekonomi Warga
Bojonegorokab.go.id - Selama satu tahun kepemimpinan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah, sektor peternakan dan perikanan menunjukkan capaian signifikan dalam mendukung ketahanan pangan dan penguatan ekonomi masyarakat. Melalui berbagai program unggulan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memperluas jangkauan bantuan ternak dan budidaya kepada ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bojonegoro, Catur Rahayu, menyampaikan bahwa penguatan sektor peternakan dan perikanan difokuskan pada program berbasis keluarga produktif agar mampu menjadi sumber penghasilan berkelanjutan.
“Selama satu tahun, berbagai program peternakan dan perikanan terus kami percepat dan perluas. Fokusnya bukan hanya pada penyaluran bantuan, tetapi juga pendampingan agar KPM benar-benar bisa mandiri dan usahanya berkelanjutan,” jelasnya.
Salah satu program unggulan adalah Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (Gayatri) yang terbukti memberikan dampak nyata bagi peningkatan pendapatan keluarga. Sepanjang tahun 2025, program Gayatri telah menjangkau ribuan penerima dari berbagai sumber pendanaan. Dari APBD Induk 2025 sebanyak 400 KPM, Perubahan APBD 2025 sebanyak 5.000 KPM, dukungan CSR sebanyak 575 KPM, serta tambahan dari APBDes sebanyak 2.636 KPM.
Memasuki tahun 2026, program Gayatri kembali diperkuat dengan alokasi untuk 4.400 KPM. Saat ini, ayam petelur dari Gayatri APBD Induk 2025 telah memasuki masa puncak produksi dengan capaian sekitar 82 persen, sementara paket dari Perubahan APBD menunjukkan tren produksi yang terus meningkat.
“Program Gayatri menjadi salah satu motor penggerak ekonomi rumah tangga. Produksi telur sudah berjalan baik dan kami terus dorong KPM menerapkan manajemen kandang dan pakan sesuai bimbingan teknis,” tambah Catur.
Selain ayam petelur, capaian juga terlihat pada Program Domba Kesejahteraan. Pada tahun 2025, sebanyak 1.200 KPM telah menerima bantuan domba yang tersebar di seluruh desa di Kabupaten Bojonegoro berdasarkan data terverifikasi. Program ini dirancang sebagai tabungan ternak yang bisa berkembang biak dan memberi nilai ekonomi jangka panjang.
Untuk tahun 2026, cakupan program ditingkatkan dengan rencana penyaluran kepada 3.325 KPM, dengan proses pemetaan wilayah dan populasi ternak agar distribusi tepat sasaran.
“Program domba kesejahteraan ini bukan sekadar bantuan, tetapi investasi ekonomi keluarga. Dengan pengelolaan yang baik, ternak bisa berkembang dan meningkatkan kesejahteraan penerima,” terangnya.
Di sektor perikanan, capaian juga ditunjukkan melalui program KOLEGA (Kolam Lele Keluarga). Sepanjang 2025, program ini telah menjangkau 414 KPM dengan paket budidaya lele skala rumah tangga lengkap, bantuan yang dalam bentuk kolam buis beton sebanyak 134 KPM, dan kolam terpal bundar sebanyak 280 KPM. Bantuan meliputi kolam, benih, pakan , probiotik, dan peralatan pendukung.
Program KOLEGA dilanjutkan pada tahun 2026 dengan target 335 KPM, terdiri dari 135 titik kolam buis beton dan 200 titik kolam terpal bundar dengan pemberian sarana prasarana yaitu kolam, benih ikan, pakan, probiotik dan seser.
“KOLEGA mendukung penguatan ketahanan pangan dengan penambahan gizi dari protein asal ikan sekaligus membuka peluang usaha rumahan. Pendampingan teknis , monitoring dan evaluasi bersama penyuluh perikanan terus kami lakukan agar tingkat keberhasilan panen tinggi,” ujar Catur Rahayu.
Melalui rangkaian program Gayatri, Domba Kesejahteraan, dan KOLEGA, Pemkab Bojonegoro di bawah kepemimpinan Bupati Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekonomi berbasis peternakan dan perikanan, sekaligus memperluas akses usaha produktif bagi masyarakat. [ai/nn]