Tim BPBD Bojonegoro Terjun ke Lapangan, Tangani Banjir Luapan Sungai di Beberapa Desa di Gondang
Bojonegorokab.go.id - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro pada Rabu (4/2/2026) sore mengakibatkan terjadinya banjir luapan sungai di sejumlah desa. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro bergerak cepat melakukan penanganan serta asesmen di lokasi terdampak.
Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro Heru Wicaksi menjelaskan bahwa banjir luapan terjadi di Dusun Gondang (Lor Kali) dan Dusun Tikung, Desa Gondang, Kecamatan Gondang. Banjir terjadi akibat meningkatnya debit air Kali Gondang/Kali Pacal.
Hasil pendataan sementara menunjukkan, di Dusun Gondang (Lor Kali) banjir menggenangi permukiman di RT 1–4 RW 1, RT 5–8 RW 2, serta RT 11 RW 3 dengan total terdampak sebanyak 318 KK atau 233 rumah. Ketinggian air ada yang mencapai sekitar 50 sentimeter.

Selain itu, jalan lingkungan tergenang setinggi 30–50 sentimeter dan jalan poros kecamatan sepanjang kurang lebih 30 meter turut terdampak. Beberapa fasilitas umum seperti puskesmas, masjid, dan gedung serbaguna juga sempat tergenang. Sementara di Dusun Tikung, banjir berdampak pada 22 KK yang ada di RT 23 RW 5.
Selain Desa Gondang, banjir luapan juga terjadi di Desa Pragelan, Kecamatan Gondang, akibat meluapnya Sungai Tidu. Tim BPBD menerima laporan dari perangkat desa dan segera menerjunkan personel untuk melakukan asesmen dan pendataan warga terdampak.
Di Desa Pragelan, banjir menggenangi sebanyak 50 rumah warga yang tersebar di RT 3 hingga RT 8 RW 1 dan RW 2. Banjir juga berdampak pada areal persawahan seluas kurang lebih 10 hektare dengan tanaman padi serta tanaman bawang merah (brambang).
Heru menyampaikan meskipun kondisi air telah surut, upaya penanganan tetap dilanjutkan. “Pagi ini tim BPBD kembali meluncur ke lokasi untuk melakukan pembersihan sisa lumpur di permukiman warga serta melaksanakan assessment lanjutan guna memastikan kebutuhan warga pascabanjir,” ujar Heru.
Ia menambahkan, BPBD bersama unsur terkait akan terus melakukan pemantauan serta berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa setempat untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem lanjutan.[del/nn]