Pemkab Bojonegoro Edukasi HPV DNA Test Lewat Talkshow Radio, Cara Skrining Kanker Serviks yang Modern dan Akurat
Bojonegorokab.go.id - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengajak masyarakat, terutama para perempuan untuk terus melakukan deteksi dini kanker serviks dengan metode modern dan akurat. Untuk itu, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bojonegoro bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro menggelar dialog interaktif melalui program siaran SAPA! (Selamat Pagi Bojonegoro) Malowopati FM dengan tema 'HPV DNA Test – Revolusi Skrining Kanker Serviks yang Lebih Akurat.
Kegiatan talkhsow radio ini dipandu oleh penyiar Lia Yunita dengan menghadirkan dua narasumber, yakni dr Lucky Imroah, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan; dan dr. Erni Yuni Ambarningsih, dokter di Puskesmas Wisma Indah Bojonegoro.
Dalam dialog tersebut disampaikan bahwa kesehatan perempuan menjadi perhatian penting dalam upaya pencegahan penyakit tidak menular, khususnya kanker serviks. Melalui edukasi kesehatan bertema “HPV DNA Test – Revolusi Skrining Kanker Serviks yang Lebih Akurat”, masyarakat diajak memahami pentingnya deteksi dini dengan metode yang lebih modern dan akurat.
Kegiatan sosialisasi dan dialog kesehatan mengenai pemeriksaan HPV DNA Test sebagai metode skrining kanker serviks yang dinilai lebih sensitif dibandingkan metode konvensional seperti IVA atau Pap Smear.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam sesi siaran edukatif kesehatan masyarakat sebagai bagian dari kampanye pencegahan kanker serviks. Kanker serviks masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan. “Namun sebenarnya dapat dicegah melalui deteksi dini. HPV DNA Test hadir sebagai metode skrining terbaru yang mampu mendeteksi virus Human Papillomavirus (HPV), penyebab utama kanker serviks,” terangnya.
Menurut dr. Lucky Imroah, pendekatan promotif dan preventif harus diperkuat agar perempuan tidak datang berobat dalam kondisi sudah stadium lanjut.
Sementara itu, dr. Erni Yuni Ambarningsih menegaskan bahwa pemeriksaan ini aman, cepat, dan memiliki tingkat akurasi tinggi sehingga sangat dianjurkan sebagai skrining rutin.
HPV DNA Test dilakukan dengan pengambilan sampel sederhana dari leher rahim, kemudian diperiksa di laboratorium untuk mendeteksi keberadaan DNA virus HPV berisiko tinggi. Metode ini lebih sensitif mendeteksi infeksi sejak dini. Dapat memperpanjang interval skrining karena hasilnya lebih akurat.
“Juga membantu tenaga kesehatan menentukan langkah pencegahan atau penanganan lebih cepat,” terangnya.
Melalui edukasi ini, masyarakat diharapkan semakin sadar pentingnya pemeriksaan kesehatan reproduksi secara berkala serta tidak lagi takut melakukan skrining. Dengan deteksi dini, kanker serviks dapat dicegah, sehingga kualitas hidup perempuan tetap terjaga.[tin/nn]