Gerakan Pangan Murah Pemkab Bojonegoro di Desa Penganten Sukses Digelar, Antusias Warga Tinggi

Redaksi
27 Feb 2026
17 dilihat

Gerakan Pangan Murah Pemkab Bojonegoro di Desa Penganten Sukses Digelar, Antusias Warga Tinggi

Bojonegorokab.go.id– Program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro sukses menyedot perhatian warga. Dalam pelaksanaan terbarunya di Lapangan Futsal Desa Penganten, Kecamatan Balen pada Jumat (25/02/2026) kegiatan ini berhasil membukukan total omzet penjualan mencapai Rp39 juta lebih. 

Angka capaian yang signifikan ini menjadi bukti nyata tingginya partisipasi dan antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan program pemerintah untuk mendapatkan bahan pangan pokok berkualitas dengan harga di bawah pasar.

Kepala Dinas DKPP Bojonegoro, Zaenal Fanani, mengungkapkan bahwa dari berbagai komoditas yang disediakan, beras tetap menjadi produk yang paling diburu. Yakni terjual sebanyak 1.000 kg.

Kemudian minyakita Menempati urutan kedua dalam volume penjualan tertinggi selama kegiatan berlangsung.

"Tingginya penjualan beras ini sangat wajar mengingat beras adalah kebutuhan pokok utama masyarakat. Kami bersyukur kegiatan berjalan tertib dan lancar sesuai rencana," ujar Zaenal Fanani.

Salah satu faktor yang memicu membludaknya pembeli adalah adanya subsidi harga telur ayam ras sebesar Rp5.000,- per kg. Subsidi ini diberikan melalui dukungan BPR Bank Daerah Bojonegoro, yang bertujuan meringankan beban masyarakat di tengah fluktuasi harga telur di pasaran.

Selain bahan pokok strategis seperti gula pasir dan minyak goreng, GPM kali ini juga menggandeng pelaku UMKM lokal. Kehadiran produk olahan dan aneka makanan dari UMKM turut memberikan warna tersendiri dan membantu menggerakkan roda ekonomi kreatif di tingkat desa.

Keberhasilan GPM di Desa Penganten ini menjadi pelecut bagi Pemkab Bojonegoro untuk terus melaksanakan kegiatan serupa secara berkelanjutan.

"GPM bukan sekadar pasar murah musiman, melainkan langkah strategis kami dalam menjaga stabilitas pasokan, keterjangkauan harga pangan, serta menjadi instrumen penting dalam pengendalian inflasi daerah di Kabupaten Bojonegoro," pungkas Zaenal.[fif/nn]