Pasar Kota Bojonegoro Akan Dibangun Makin Modern, Tiga Lantai dan Ada Fasilitas Eskalator

Redaksi
02 Mar 2026
35 dilihat

Pasar Kota Bojonegoro Akan Dibangun Makin Modern, Tiga Lantai dan Ada Fasilitas Eskalator

Bojonegorokab.go.id - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Kabupaten Bojonegoro mulai mematangkan rencana transformasi Pasar Kota Bojonegoro menjadi pusat perbelanjaan modern.  

Sekretaris Daerah Bojonegoro, Edi Susanto, menjelaskan desain pasar kota merupakan hasil diskusi bersama Bupati Setyo Wahono, Wakil Bupati Nurul Azizah dan lintas OPD yang kini mulai disosialisasikan kepada para pedagang. Salah satu perubahan signifikan dari rencana awal adalah penambahan fasilitas eskalator atau tangga berjalan untuk memudahkan akses pengunjung ke lantai atas. 

"Desain baru ini mengakomodasi masukan yang ada. Jika awalnya hanya tangga biasa, kini akan disiapkan eskalator agar pasar lebih representatif dan nyaman," jelasnya.

Info menarik, Pasar Kota Bojonegoro direncanakan menjadi pasar tradisional pertama di Indonesia yang terkoneksi langsung dengan ikon kota yakni pasar, Alun-alun Bojonegoro serta Taman Bengawan Solo (TBS). 

Dengan luas lahan mencapai 18.236 meter persegi, pembangunan ini tidak hanya fokus pada bangunan fisik, tetapi juga menyediakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) seluas 4.633 meter persegi. Lantai tiga pasar bahkan diproyeksikan memiliki pemandangan langsung (view) ke arah Sungai Bengawan Solo, menambah nilai estetika bagi pengunjung. 

Kepala Bidang Tata Bangunan Dinas PKP Cipta Karya Kabupaten Bojonegoro Benny Kurniawan, merinci gedung baru ini nantinya akan menampung total 1.480 tempat berdagang. Pembagiannya terdiri dari Lantai 1 yaitu 483 kios dan los (direncanakan untuk pedagang basah seperti daging dan sayuran). 

Sedangkan lantai 2 terdiri dari 499 unit dengan konsep semi-mal. Untuk Lantai 3 terdapat 498 unit yang didesain sebagai area belanja modern dengan pemandangan sungai.

Beberapa pedagang memberikan beberapa catatan penting. Mereka berharap Pemerintah memastikan jumlah kios yang dibangun cukup untuk menampung seluruh pedagang sesuai data yang ada. Para pedagang ingin setiap lantai memiliki daya tarik tersendiri. Misalnya lantai dua dikonsep layaknya mal agar pembeli tertarik untuk naik. Sebab ini dinilai penting agar Pasar Kota tetap sustainable di tengah gempuran toko modern dan swalayan.

Sehubungan dengan itu, beberapa pedagang ada juga yang mengusulkan penguatan konstruksi bangunan agar tahan lama dan tidak bocor, serta penyediaan fasilitas pendukung seperti Mushola dan gerai ATM. 

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menargetkan proses administrasi dan perencanaan teknis dapat rampung selama bulan Ramadan tahun ini. Jika berjalan sesuai rencana, proses lelang atau tender proyek akan segera dilaksanakan tepat setelah Hari Raya Idul Fitri (Lebaran) 2026. [ciptakarya/cs/nn]