Pemkab Bojonegoro Sosialisasi program DEFA, Libatkan BUMDes dan KDMP untuk Kolaborasi Dukung Pemberdayaan Ekonomi Desa

Redaksi
12 Mar 2026
75 dilihat

Pemkab Bojonegoro Sosialisasi program DEFA, Libatkan BUMDes dan KDMP untuk Kolaborasi Dukung Pemberdayaan Ekonomi Desa

Bojonegorokab.go.id - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro belerjasama dengan PT HM Sampoerna juga STAPA Center menggelar sosialisasi program Development of Efficient Food Agriculture (DEFA), Kamis (12/03/2026). Kegiatan digelar mulai pukul 09.00 WIB di Gedung Angling Dharma, Kantor Pemkab Bojonegoro.

Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Bojonegoro Edi Susanto, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan pertanian serta perwakilan Komunitas Desa Mandiri Pangan (KDMP). Hal ini sebagai upaya memperkuat kolaborasi dalam mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi desa.

Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, serta masyarakat desa dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan memperkuat rantai pasok pangan. Program DEFA juga diharapkan dapat menjadi jembatan antara hasil produksi petani dengan kebutuhan pasar, termasuk dalam mendukung program makanan bergizi yang membutuhkan ketersediaan bahan pangan secara berkelanjutan.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono yang diwakili Sekretaris Daerah Bojonegoro Edi Susanto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada pihak Sampoerna yang telah melaksanakan program pendampingan bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di berbagai desa. Ia menjelaskan bahwa kolaborasi antara BUMDes dan KDMP sangat penting untuk mendukung distribusi serta pemanfaatan hasil pertanian lokal agar dapat tersalurkan secara lebih optimal. Lewat kolaborasi ini dapat menjadi penghubung antara produk pertanian masyarakat dengan berbagai kebutuhan pangan yang ada di daerah.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, kami mengucapkan terima kasih kepada Sampoerna yang melaksanakan program pendampingan BUMDes di desa-desa sehingga diharapkan dapat membangun kolaborasi dengan KDMP dan menjembatani kebutuhan bahan pangan dari para petani,” ujar Edi Susanto.

Ia juga berharap kegiatan sosialisasi ini dapat memberikan manfaat bagi para peserta, khususnya BUMDes dan KDMP, dalam memperkuat peran mereka dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Kegiatan sosialisasi tersebut kemudian secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Bojonegoro sebagai tanda dimulainya rangkaian pelaksanaan program.

Sementara itu, Executive Regional Engagement Sustainability Sampoerna, Baktiar Nur Makmura, menyampaikan bahwa program DEFA merupakan bagian dari komitmen perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat. Ia menuturkan bahwa perusahaan berupaya menghadirkan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat agar program yang dijalankan dapat memberikan dampak yang lebih luas.

Menurutnya, penguatan ekonomi desa menjadi salah satu aspek penting karena ketika ekonomi desa berjalan dengan baik, maka manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Ia juga menilai setiap daerah memiliki tantangan yang berbeda sehingga dibutuhkan kerja sama berbagai pihak untuk mencari solusi yang tepat dalam mengatasi persoalan yang ada.

“Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan, kami berupaya berkolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat karena kami percaya ketika ekonomi desa berjalan baik, manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Baktiar.

Direktur STAPA Center, Agus Rachmatullah menambahkan bahwa program DEFA merupakan bentuk dukungan dari Sampoerna untuk Indonesia yang difokuskan pada penguatan sektor pertanian serta pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Pada tahap awal, program ini akan berfokus pada penguatan sektor pertanian, khususnya dalam mendorong keberhasilan masa tanam hingga masa panen.

Ia menambahkan bahwa pada tahun berikutnya program tersebut akan terus didorong agar selaras dengan program pemerintah dalam pengembangan sektor pertanian. Selain itu, kolaborasi dengan BUMDes, KDMP, serta pelaku UMKM juga akan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ekonomi desa yang lebih kuat.

“Program ini merupakan dukungan dari Sampoerna untuk Indonesia dengan fokus mendorong sektor pertanian dan kolaborasi bersama BUMDes, KDMP, dan UMKM agar desa semakin berdaya serta mampu memperkuat rantai pasok pangan,” jelas Agus.[vyy/ai/nn]