Pemkab Bojonegoro Sukses Gelar GPM di Kecamatan Trucuk, Pastikan Pangan Murah Merata Dinikmati Warga

Redaksi
14 Mar 2026
59 dilihat

Pemkab Bojonegoro Sukses Gelar GPM di Kecamatan Trucuk, Pastikan Pangan Murah Merata Dinikmati Warga

Bojonegorokab.go.id – Gerakan Pangan Murah (GPM) terus dilakukan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro. Menjelang hari raya Idul Fitri, GPM digelar di halaman Kantor Kecamatan Trucuk. Warga antusias berbelanja barang kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Program GPM diinisiasi untuk menekan laju inflasi dan membantu daya beli masyarakat. Hanya dalam hitungan jam, komoditas utama seperti beras dan minyak goreng ludes terjual. DKPP saat GPM yang digelar Kamis (12/03/2026) tersebut menyiapkn beberapa stok bahan pangan. 

Diantaranya beras 1 ton, Minyakita 50 dos, minyak Fortune: 25 dos, telur ayam 80 kg, bawang merah 40 kg, bawang putih 30 kg. Selain itu, berbagai bahan pangan pokok lainnya juga tersedia dengan harga di bawah pasar, yang langsung dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan dapur mingguan mereka.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro, Zaenal Fanani, menyatakan bahwa konsistensi pelaksanaan GPM merupakan kunci utama dalam menjaga psikologi pasar agar tetap stabil, terutama di wilayah-wilayah kecamatan.

"Alhamdulillah, kegiatan GPM di Kecamatan Trucuk hari ini berjalan sangat lancar dan sukses. Antusiasme masyarakat yang luar biasa menunjukkan bahwa program ini memang menjadi solusi nyata yang ditunggu-tunggu warga untuk mendapatkan bahan pangan berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau," ujar Zaenal Fanani.

Ia menambahkan bahwa DKPP akan terus memetakan wilayah-wilayah strategis untuk pelaksanaan GPM selanjutnya guna memastikan distribusi pangan murah merata di seluruh Kabupaten Bojonegoro.

"Kami berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat. Harapannya, dengan adanya GPM secara berkala, fluktuasi harga pangan di tingkat konsumen dapat kita kendalikan bersama, sehingga ketahanan pangan keluarga di Bojonegoro tetap terjaga dengan kuat," pungkasnya.[fif/nn]