Wabup Bojonegoro Sholat Idul Fitri di Masjid Darussalam, Sampaikan Capaian Pembangunan Merata untuk Warga
Bojonegorokab.go.id - Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro Nurul Azizah melaksanakan sholat Idul Fitri 1447 H di Masjid Agung Darussalam, Jalan KH. Hasyim Asya'ari 21, Sabtu (21/3/2026). Sebelum rangkaian ibadah sholat, Wabup Nurul Azizah menyampaikan sejumlah capaian kinerja Pemkab Bojonegoro.
Selain Wabup Nurul Azizah, tampak juga Sekretaris Daerah (Sekda) Edi Susanto, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang (PU Bima PR) Ivan Chusaevi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Luluk Alifah, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Ninik Susmiati, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Laela Noer Aeny, serta para pejabat lainnya.

"Pak Bupati Setyo Wahono menitipkan salam, karena beliau sholat di Masjid Baabus Shofa. Masjid tersebut sejak 20 Februari 2026 telah menjadi aset Pemkab Bojonegoro," katanya. Masjid Baabus Shofa sebelumnya merupakan aset keluarga AKBP (purn) Budi Djatmiko.

Wabup yang dikenal santun dan ramah ini mengungkapkan bahwa bangunan fisik Masjid Baabus Shofa telah dihibahkan kepadanya atas nama Nurul Azizah yang pada 23 Maret 2023 resmi bersertifikat atas nama Nurul Azizah. Dan kemudian pada 20 Februari 2026 resmi menjadi aset Pemkab.
"Untuk kemanfaatan, maka kami matur (menyampaikan) kepada Pak Tinton bahwa Baabus Shofa kami serahkan menjadi aset milik Pemkab Bojonegoro," ujarnya.
Nurul Azizah melanjutkan bahwa selama 1 tahun kepemimpinan ada banyak capaian. Meski pada sisi APBD ada penurunan. Pada 2023-2024 berkisar di angka Rp8 triliun. Namun di 2026 ini APBD Bojonegoro turun di Rp6 triliun.
"Walaupun APBD turun, tetapi Pak Bupati dan kami tetap memberikan kontribusi, sesuai data BPS ada penuruan angka kemiskinan, ada peningkatan IPM, peningkatan produksi padi dari 710 ribu ton menjadi 844 ribu, begitupun angka harapan hidup masyarakat Bojonegoro meningkat dari 73 tahun menjadi 75 tahun," ungkapnya.
Selain itu, pihaknya selalu menekankan agar pembangunan di Bojonegoro merata di semua desa. Salah satu buktinya yakni melalui jumlah Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) yang meningkat lebih dari 400 desa.
"Sebagai ikhtiar kami, mulai 2026 semua masyarakat Bojonegoro harus sekolah, karena masih ada 5.610 anak yang saat ini belum bersekolah, maka ini menjadi kewajiban kita semua bahwa anak-anak harus dibekali pendidikan," lanjutnya.
Tak hanya itu, pada 2026 semua masyarakat Bojonegoro harus teraliri listrik. Sebab hingga saat ini masih ada 776 keluarga yang belum teraliri listrik. Pun pihaknya mentargetkan Bojonegoro bebas TBC di tahun yang sama, yang saat ini sedang berproses
Masyarakat Bojonegoro kini juga mendapatkan layanan rumah sakit tipe A yang bekerja sama dengan RSCM. RSUD Bojonegoro juga menjadi rumah sakit pendidikan yang bekerja sama dengan pihak universitas. Pihaknya juga konsisten memberikan beasiswa dan bantuan sosial. Juga menjaga infrastruktur yang terencana, seperti pembangunan menara Masjid Darussalam, alun-alun, dan Pasar Kota Bojonegoro. Termasuk rencana pembangunan jalur lingkar selatan.
"Perjuangan masih panjang, tetapi sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. Kami mohon doa dan dukungannya, agar saya dan Pak Bupati dalam membangun, menjadikan Bojonegoro bahagia, makmur, dan membanggakan," tegasnya.
Sementara itu, Khotib Sholat Idul Fitri di Masjid Darussalam, Dr. H. Yogi Prana Izza, dalam khutbahnya mengajak jamaah untuk meningkatkan keimanan. Yakni dengan mengambil tema "Mengendalikan Ego Menyembuhkan Luka".
Ia mengajak umat menundukkan batin, memproyeksikan pada kejadian dahsyat yang pasti terjadi. Yaitu pada hari di mana manusia tidak membawa apa apa bahkan sehelai benang. Tanpa pangkat, harta, dan apapun. Hingga terdengar seruan Tuhan sebagai hakim yang maha adil dan sebaik baik pemberi balasan.
"Mudah mudahan kita termasuk orang-orang bertaqwa dan mampu mengendalikan ego dan menyembuhkan luka," tandasnya.
Suasana penuh kehangatan terasa saat Wabup Nurul Azizah selepas shalat berjamaah melanjutkan bersalaman dan bermaaf-maafan dengan para jamaah.[*]