Jelajah Keindahan Margomulyo, Ini 8 Destinasi Wisata di Perbatasan Barat Bojonegoro yang Wajib Dikunjungi
Bojonegorokab.go.id – Jika Anda mencari perpaduan antara wisata religi, budaya autentik, dan keindahan alam yang menenangkan, saatnya mengarahkan kendaraan ke ujung barat Kabupaten Bojonegoro. Tepatnya di Kecamatan Margomulyo. Wilayah ini bersolek menjadi destinasi unggulan Bojonegoro Medhayoh yang menawarkan pengalaman wisata yang penuh kesan.
Secara geografis, Margomulyo merupakan wilayah strategis yang menjadi "pintu gerbang" Bojonegoro. Wilayah ini berbatasan langsung dengan :
1. Kabupaten Ngawi di sisi selatan.
2. Kabupaten Blora (Jawa Tengah) di sisi barat.
3. Kabupaten Madiun di sisi tenggara.

Margomulyo adalah bukti bahwa kekayaan Bojonegoro bukan hanya soal minyak dan gas, tapi juga tentang kearifan lokal, budaya dan kreativitas warganya. Untuk itu, masyarakat juga dapat merasakan keramahan khas warga Samin dan keindahan alam di sini. Berbagai culturesite yang masuk dalam daftar Geopark Nasional Bojonegoro pun juga terletak di sini.
Bagi para pemudik dan pemburu konten estetik, berikut delapan (8) daftar destinasi di Margomulyo rekomendasi Redaksi Pemkab Bojonegoro yang siap mengisi libur Lebaran 1447 H:
1. Masjid Religi “Samin Baitul Muttaqin”
Masjid megah berkubah emas dengan arsitektur menawan yang menjadi pusat wisata religi sekaligus simbol kerukunan. Destinasi ini dapat menjadi pusat peribadahan dan tempat peristirahatan (rest area) bagi para pemudik asal Bojonegoro - Ngawi.
Arsitektural yang memukau dapat menjadi pelepas penat masyarakat yang ingin ke Bojonegoro. Berdiri di atas lahan seluas 2,9 hektare di Desa Sumberjo.
2. Geosite Culture Kampung Samin
Di destinasi ini, Anda bisa menyelami filosofi hidup "Samin" yang jujur dan bersahaja langsung di akarnya. Belajar tentang nilai luhur sambil menikmati suasana pedesaan yang asri.
Berdasarkan laman website resmi tentang Geopark Nasional Bojonegoro di https://geopark.bojonegorokab.go.id/, Masyarakat Samin, yang juga dikenal sebagai Sedulur Sikep, telah membangun komunitas di Dusun Jipang, yang terletak di Desa Margomulyo. Mereka mewarisi ajaran Samin Surosentiko yang menekankan nilai-nilai seperti kejujuran, kesederhanaan, persaudaraan, dan rasa saling menghormati.
Meskipun mereka telah mengadaptasi tradisi adat dan spiritual mereka—seperti puasa dan ritual Gumbregan-ke dalam lingkungan modern, praktik-praktik tersebut tetap menjadi bagian penting dari budaya mereka. Masyarakat ini berpartisipasi aktif dalam kegiatan pendidikan dan sosial-budaya. Ekspresi budaya mereka, termasuk pertunjukan gamelan, telah menjadi daya tarik wisata yang populer.
Selain itu, daerah ini juga dikenal sebagai penghasil batik Obor Sewu yang kini lestari sebagai pakaian ASN setiap minggu pertama dan ketiga setiap Kamis. Setiap tahun, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga menyelenggarakan Festival Samin untuk merayakan warisan budaya mereka.
4. Kampung Thengul
Seni pertunjukan wayang thengul Bojonegoro ini menampilkan wayang kayu yang menghidupkan cerita rakyat, termasuk kisah Panji dan legenda tentang para wali. Gaya ini berbeda dari Wayang Golek, yang berfokus pada epos Mahabharata dan Ramayana.
Kampoeng Thengul, yang terletak di Desa Sumberrejo, berfungsi sebagai daya tarik wisata yang menyuguhkan pertunjukan Wayang Thengul, tari Thengul, dan suvenir bertema Thengul. Tempat ini juga memainkan peran penting dalam melestarikan seni tradisional Bojonegoro.
5. Bendungan Karangnongko
Bendungan ini ialah Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Karangnongko di Kecamatan Margomulyo. Meski belum terbuka untuk umum, PSN ini bertujuan untuk meningkatkan pasokan irigasi di dua wilayah penting, yaitu Blora, Jawa Tengah dan Bojonegoro, Jawa Timur. Bendungan Karangnongko merupakan long storage yang memanfaatkan teknologi bendung gerak di Sungai Bengawan Solo sepanjang 24 km. Sesuai rencana, bendungan ini dapat menampung air dengan kapasitas 59 juta M³. Bendungan Karangnongko memiliki luas genangan 1.027 hektare dan akan mengairi lahan seluas 6.950 hektare di Kabupaten Blora, Bojonegoro, dan sekitarnya.
6. Rest Area Watu Jago
Sambil melepas lelah, berfoto dengan latar formasi bebatuan alami yang unik. Rest Area Watu Jago ini berada di kawasan BKPH Ngelo, KPH Padangan. Lokasinya di Kecamatan Margomulyo, tepatnya desa Meduri dan Sumberjo. Area Watu Jago sangat cocok dibuat Rest Area karena kondisi lingkungan hutan yang masih asri dengan cuaca sejuk dan rimbun pepohonan.
7. Sentra Kerajinan Akar Jati
Destinasi ini cocok untuk mencari oleh-oleh untuk dibawa pulang. Furnitur dan dekorasi unik dari akar jati yang kuat dan eksotis ada di Desa Geneng dan Desa Meduri. Produk-produk baru dari akar kayu jati, seperti wadah lulur, gelas, hingga tempat hand sanitizer.
Dengan produk bernama 'My Kayu' atau Margomulyo Kayu ini tentunya memberdayakan perajin lokal Margomulyo sekaligus membranding produk kayu yang menjadi salah satu potensi unggulan di Kecamatan Margomulyo agar bernilai jual. Lokasinya ada di Desa Geneng & Meduri.
8. Agrowisata Jambu Biji Merah Anggoro Kasih D
Desa Kalangan, Kecamatan Margomulyo dikenal sebagai salah satu desa penghasil jambu di Kabupaten Bojongoro. Desa Kalangan sendiri sejak 2015 mulai tanam jambu kurang lebih 18.000 bibit jambu merah. Kini berbagai olahan dari jambu hasil dari pemberdayaan para ibu-ibu menghasilkan aneka olahan seperti jus jambu, es krim jambu, selai jambu, stik jambu, hingga puding jambu. [cs/nn]