BPBD Bojonegoro Lakukan Pemetaan Titik-titik Potensi Kekeringan, Tingkatkan Koordinasi Lintas Sektor
Bojonegorokab.go.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mulai melakukan langkah preventif dalam menghadapi transisi musim kemarau tahun 2026. Langkah ini diambil menyusul data prakiraan cuaca dari BMKG Tuban yang memprediksi awal musim kemarau di wilayah Bojonegoro akan dimulai secara bertahap pada April hingga Mei mendatang.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro, Heru Wicaksi, menyatakan bahwa pihaknya saat ini tengah fokus pada pemetaan (mapping) titik-titik potensi kekeringan serta penguatan koordinasi lintas sektor. Hal ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait strategi penanganan kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada Selasa (07/04/2026).
“Minggu ini kami melakukan mitigasi dan mapping titik-titik potensi kekeringan di seluruh wilayah Kabupaten Bojonegoro," ujar Heru Wicaksi, Kamis (09/04/2026).
Berdasarkan data BMKG Tuban, awal musim kemarau di Kabupaten Bojonegoro terbagi dalam tiga fase dasarian yaitu April Dasarian II (11-20 April): Meliputi Kecamatan Balen, Baureno, Kanor, dan Kepohbaru.
April Dasarian III (21-30 April): Meliputi wilayah perkotaan Bojonegoro, Dander, Gayam, Kalitidu, hingga wilayah barat seperti Margomulyo dan Tambakrejo. Mei Dasarian I (1-10 Mei): Meliputi Kecamatan Bubulan, Gondang, Kedungadem, Sekar, hingga Temayang.
Puncak musim kemarau sendiri diprediksi akan terjadi pada bulan Agustus hingga September. Dalam rakor, diperkirakan beberapa wilayah masuk dalam kategori Kawasan Kritis Air diantaranya Kecamatan Ngraho, Tambakrejo, Ngambon, Bubulan, dan Sekar.
Dalam upaya meminimalisir dampak bencana, BPBD Bojonegoro menghimbau masyarakat untuk melakukan langkah-langkah antisipatif yaitu menggunakan air secara bijak dan hemat sesuai kebutuhan. Memaksimalkan penampungan air hujan selama sisa musim penghujan sebagai cadangan.
“Diharapkan selama musim kemarau, masyarakat tidak membakar sampah secara sembarangan dan atau tanpa pengawasan agar api tidak merembet ke sekitarnya dan bisa menyebabkan kebakaran,” tambah Heru.
Jika terjadi kondisi darurat atau kekeringan ekstrem di wilayahnya, warga diharapkan segera melapor kepada perangkat desa setempat atau menghubungi Call Center BPBD Bojonegoro melalui WhatsApp di nomor 08113356444. [del/nn]