Tingkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat, Pemkab Bojonegoro Wujudkan Transformasi Labkesmas

Redaksi
17 Apr 2026
45 seen

Tingkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat, Pemkab Bojonegoro Wujudkan Transformasi Labkesmas

Bojonegorokab.go.id – Sebagai langkah meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, Pemkab Bojonegoro terus berusaha mendorong transformasi Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas). Upaya ini, salah satunya melalui talkshow radio SAPA! (Selamat Pagi) Bojonegoro yang disiarkan melalui Radio Malowopati FM dengan tema “Transformasi Labkesmas – Dukungan Layanan Kesehatan yang Optimal”, Jumat (17/04/2026).

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dr. Lucky Imroah selaku Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinkes Bojonegoro dan Rahmawati D.A., S.Kep.Ns selaku Kepala UPT Laboratorium Kesehatan Masyarakat, serta dipandu oleh host Lia Yunita.

Dalam pemaparannya, dr. Lucky Imroah menyampaikan bahwa Labkesmas memiliki peran strategis sebagai layanan penunjang yang tidak dapat berdiri sendiri, namun sangat menentukan dalam proses diagnosis.

“Laboratorium merupakan salah satu bentuk pelayanan penunjang yang tidak bisa berdiri sendiri, namun menjadi unsur penting dalam menentukan diagnosis, khususnya di bidang kesehatan lingkungan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa Labkesmas saat ini lebih banyak berperan pada pemeriksaan kesehatan lingkungan, meskipun mulai menguatkan layanan laboratorium klinik. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan ini untuk pemeriksaan kualitas air, penelitian air limbah, hingga uji makanan yang diduga mengandung bahan berbahaya seperti boraks dan formalin. 

Selain itu, Labkesmas juga berperan dalam verifikasi pengurusan izin sanitasi dengan pengambilan sampel langsung di lapangan. “Pengambilan sampel dilakukan langsung di lokasi objek yang diperiksa, sehingga hasilnya lebih akurat dan sesuai kondisi sebenarnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Rahmawati D.A., S.Kep.Ns menjelaskan bahwa layanan unggulan Labkesmas saat ini meliputi pemeriksaan kualitas air dan makanan. Dari sisi sumber daya manusia, Labkesmas didukung oleh empat tenaga analis, tenaga perawat, serta tenaga administrasi, dan ke depan direncanakan penambahan tenaga dokter patologi klinik.

“Untuk saat ini kami memang belum melayani pemeriksaan klinis seperti darah karena keterbatasan SDM, namun sarana sudah tersedia dan sedang kami kembangkan ke arah tersebut,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa Labkesmas melayani rujukan sampel dari puskesmas serta masyarakat umum, khususnya untuk pemeriksaan kesehatan lingkungan seperti depot air minum yang wajib diuji secara berkala.

“Pengambilan sampel dilakukan oleh tim Labkesmas sesuai SOP, sehingga kualitas pemeriksaan tetap terjaga,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rahmawati juga mengungkapkan tantangan dalam pengembangan Labkesmas, terutama terkait perencanaan program. “Terkadang kami menghadapi kendala perencanaan karena adanya lonjakan kasus baru yang membutuhkan penanganan cepat,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, dr. Lucky Imroah menegaskan bahwa tantangan lain yang tidak kalah penting adalah pemenuhan standar dan akurasi layanan laboratorium melalui proses akreditasi.

“Laboratorium yang telah memiliki izin operasional selama dua tahun wajib terakreditasi sebagai bentuk penjaminan mutu layanan, mulai dari bangunan, peralatan, hingga prosedur kerja agar hasil pemeriksaan benar-benar valid dan terpercaya,” tegasnya.

Melalui transformasi yang terus dilakukan, Labkesmas diharapkan mampu memperkuat peran sebagai layanan penunjang kesehatan, khususnya dalam aspek promotif dan preventif, guna mendukung terwujudnya masyarakat Bojonegoro yang sehat dan berkualitas. [vyy/ai/nn]