IGTKI PGRI Bojonegoro Gelar Workshop Transformasi Pembelajaran Era AI untuk Penguatan Karakter Pendidikan

Redaksi
05 May 2026
48 dilihat

IGTKI PGRI Bojonegoro Gelar Workshop Transformasi Pembelajaran Era AI untuk Penguatan Karakter Pendidikan

Bojonegorokab.go.id – Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) PGRI Kabupaten Bojonegoro menyelenggarakan Workshop Transformasi Pembelajaran di Era Artificial Intelligence (AI). Kegiatan Selasa (5/5/2026) di Pendopo Malowopati, bertajuk 'Koding Anak, Game, Gambar, dan Video Kreatif" ini digelar dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional sekaligus merespons perkembangan teknologi digital di dunia pendidikan namun tetap berbasis penguatan karakter.

Hadir dalam acara tersebut Kabid Peningkatan Mutu PAUD dan Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro Rasmadi, Asisten Manajer Airlangga, perwakilan IGTKI Provinsi Jawa Timur, jajaran pengawas TK se-Kabupaten Bojonegoro serta undangan lainnya.

Menurut Kabid Peningkatan Mutu PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro Rasmadi, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro telah berkomitmen untuk terus memperhatikan kesejahteraan guru PAUD termasuk memfasilitasi kegiatan peningkatan kapasitas.

Pemkab Bojonegoro, lanjut dia, terus memberikan pelayanan terbaik bagi anak-anak hebat Bojonegoro. Salah satunya lewat program beasiswa yang saat ini proses pemberkasan. Pihaknya juga mendukung penuh para guru yang telah mendedikasikan waktunya untuk membentuk karakter anak sejak dini.

"Guru PAUD merupakan pionir dan ujung tombak pembentukan karakter sesuai dengan Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 termasuk didalamnya pengenalan Coding dan AI. Utamanya juga penerapan metode pembelajaran mendalam (Deep Learning) yang mencakup tiga prinsip utama," ujarnya. 

Adapun tiga (3) prinsip utama Deep Learning yaitu Joyful Learning (Pembelajaran yang menyenangkan), Meaningful Learning (Pembelajaran yang bermakna bagi kehidupan anak), dan Mindful Learning (Pembelajaran yang membangun kesadaran diri).

Terkait adaptasi teknologi, lanjutnya, workshop ini merujuk pada Kepmendikdasmen Nomor 127/P/2025 tentang Pedoman Implementasi Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI). Guru diharapkan mampu mengenalkan dasar-dasar computational thinking kepada anak, seperti:
1. Dekomposisi: Memecah masalah besar menjadi bagian kecil
2. Pattern Recognition: Mengenali dan membentuk pola
3. Abstraksi: Menentukan skala prioritas penyelesaian masalah.
4. Algoritma: Langkah-langkah logis dalam menyelesaikan tugas atau koding sederhana.

Sementara itu, Ketua Panitia IGTKI PGRI Kabupaten Bojonegoro Ani Julita, menyampaikan hadirnya AI membawa perubahan besar di sektor pendidikan. Oleh karena itu, guru dituntut tidak hanya sekadar mengajar, tetapi menjadi fasilitator yang kreatif.

"Guru harus mampu menghadirkan pembelajaran yang kreatif dan tetap relevan dengan perkembangan zaman. Workshop ini diharapkan membekali para pendidik agar mampu memanfaatkan AI untuk menciptakan media pembelajaran berupa gambar, video, dan game yang menarik bagi anak didik," pungkasnya. [cs/nn]