Pemkab Bojonegoro Gelar Perekaman E-KTP Bagi Siswa di SMKN 2, Dirangkai Sosialisasi Anti Narkoba

Redaksi
12 May 2026
37 dilihat

Pemkab Bojonegoro Gelar Perekaman E-KTP Bagi Siswa di SMKN 2, Dirangkai Sosialisasi Anti Narkoba

Bojonegorokab.go.id – Ratusan siswa SMKN 2 Bojonegoro mengikuti perekaman e-KTP yang digelar Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). Para siswa juga mendapatkan pembekalan mental khusus untuk menjauhi narkotika. Kegiatan edukatif ini bertajuk "Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN)" yang dirangkai program jemput bola perekaman identitas kependudukan, Selasa (12/5/2026).

Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, Ketua Harian Satgas P4GN Bojonegoro Budi Irawanto, Kepala Dinas Kesehatan dr. Ninik Susmiati, serta Kepala Dinas Dukcapil Heri Widodo, Cabang Dinas Pendidikan wilayah Bojonegoro, serta kepala SMKN 2 Bojonegoro.

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, dalam sambutannya menekankan bahwa kepemilikan KTP adalah simbol transisi dari masa anak-anak menuju kedewasaan. Ia memotivasi para siswa agar tidak hanya bangga memiliki identitas resmi, tapi juga memiliki mentalitas pemenang.

"Perekaman e-KTP ini hanya sekali seumur hidup untuk status pemula. Ini menandakan anak-anakku semua sudah memasuki dunia dewasa. Ingat, keberhasilan tidak datang tiba-tiba. Butuh ilmu dan semangat. Jika jatuh harus bangkit, karena bekal ilmu akan membuat pikiran kalian tetap jalan," pesannya dengan penuh semangat.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Harian Satgas P4GN Bojonegoro, Budi Irawanto, memaparkan para siswa perlu untuk menjauhi narkoba. Pada tahun 2025, tercatat sebanyak 72 kasus narkoba di Bojonegoro yang melibatkan berbagai kalangan, baik laki-laki maupun perempuan.

"Kuncinya ada pada diri sendiri. Setelah lulus nanti, kalian akan berada di lingkungan baru yang lebih luas. Jangan sampai tergoda, karena narkoba tidak mengenal jenis kelamin atau status. Fokuslah pada masa depan kalian," tegas Budi Irawanto.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro, dr. Ninik Susmiati, menjelaskan bahwa dasar pelaksanaan kegiatan ini adalah DPA APBD 2026 yang bertujuan memberikan pemahaman mendalam mengenai bahaya Napza (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya).

Dalam kegiatan ini, Disdukcapil membawa peralatan rekam langsung ke sekolah. Hal ini mendapat apresiasi positif dari siswa. Wira Eka Budi R., salah satu siswa SMKN 2 Bojonegoro, mengaku sangat terbantu.

"Prosesnya cepat dan tertib. Kami tidak perlu izin keluar sekolah atau mengantre lama di kantor kecamatan. Ini sangat memudahkan kami yang baru berusia 17 tahun untuk dapat identitas resmi," ujar Wira.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah preventif dalam menyiapkan generasi penerus Bojonegoro yang sehat, unggul, dan beriman demi menyongsong Indonesia Emas 2045. Melalui penguatan mental dan tertib administrasi sejak dini, pelajar SMKN 2 Bojonegoro diharapkan mampu membedakan mana yang baik dan buruk dalam melangkah ke jenjang kehidupan selanjutnya.[fif/nn]