Bukukan Mimpi-mimpi Siswa, Kepala SDN Grebegan Raih Penghargaan Insan Pendidikan Berdampak 2026

Redaksi
19 May 2026
50 dilihat

Bukukan Mimpi-mimpi Siswa, Kepala SDN Grebegan Raih Penghargaan Insan Pendidikan Berdampak 2026

Bojonegorokab.go.id – Prestasi membanggakan diperoleh dunia pendidikan Bojonegoro. Rita Yuana, Kepala SDN Grebegan, Kecamatan Kalitidu, meraih penghargaan tingkat nasiolal pada ajang Insan Pendidikan Berdampak 2026 kategori Inspirator Pendidikan Formal. 

Inovasi Rita adalah menghadirkan gerakan literasi berbasis cita-cita siswa melalui penerbitan buku “Membangun Mimpi dari Pelosok Negeri: Bunga Rampai Cita-Cita Siswa SDN Grebegan, Kalitidu, Bojonegoro”.

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa sekolah di wilayah pedesaan pun mampu melahirkan inovasi pendidikan yang berdampak luas. Berangkat dari kegelisahan terhadap keterbatasan akses dan kondisi sosial ekonomi peserta didik yang mayoritas berasal dari keluarga petani, Rita Yuana justru melihat adanya potensi besar yang selama ini belum memperoleh ruang untuk tumbuh dan bersuara.

Melalui program tersebut, sebanyak 54 siswa kelas IV, V, dan VI diajak menuliskan mimpi, harapan, serta cita-cita mereka dalam bentuk esai sederhana. Dari proses itu lahirlah buku setebal 180 halaman yang diterbitkan pada Februari 2026 bekerja sama dengan PT Taman Baca Indonesia Bojonegoro.

“Anak-anak di desa juga memiliki mimpi besar. Mereka hanya membutuhkan ruang, pendampingan, dan seseorang yang percaya bahwa mereka mampu,” ungkap Rita Yuana.

Ia menjelaskan, proses penyusunan buku dimulai dari observasi dan pendekatan langsung kepada siswa. Bersama tim guru yang terdiri dari Sri Wuryani, Sriyanik, dan Sumiyati, para siswa didampingi menulis cerita tentang profesi impian mereka, alasan memilih cita-cita tersebut, hingga perjuangan yang ingin mereka lakukan untuk meraih masa depan. Penulisan buku ini juga sebagai implementasi Pembelajaran Mendalam dan Kecerdasan Artifisial. 

Pendampingan dilakukan melalui kegiatan “Sabtu BERSERI” yang mengenalkan berbagai profesi dan membuka wawasan siswa tentang masa depan. Dari kegiatan itu, lahir beragam cita-cita mulai dari dokter, guru, polisi, tentara, pilot, atlet, pengusaha, petani sukses, masinis hingga konten kreator.

Tidak hanya memperkuat budaya literasi, proses menulis tersebut juga membawa perubahan besar terhadap karakter siswa. Anak-anak yang sebelumnya malu berbicara di depan kelas mulai berani menyampaikan pendapat dan mempresentasikan tulisan mereka dengan percaya diri.

Selain meningkatkan kemampuan membaca dan menulis, program tersebut juga menumbuhkan kesadaran pentingnya pendidikan sebagai jalan menuju masa depan yang lebih baik. Nilai kerja keras, disiplin, tanggung jawab, serta semangat pantang menyerah tumbuh melalui proses refleksi yang dilakukan para siswa saat menuliskan cita-cita mereka.

Buku karya siswa SDN Grebegan itu juga mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menilai inisiatif tersebut layak menjadi contoh bagi sekolah lain karena mampu menghadirkan pendidikan yang bermakna dan menyentuh sisi kemanusiaan peserta didik.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro Mokhamad Anwar Mukhtadlo menyebut buku tersebut membuktikan bahwa mimpi besar dapat lahir dari kesederhanaan.

Bagi SDN Grebegan, program ini bukan sekadar penerbitan buku, melainkan gerakan pendidikan yang membangun keberanian dan harapan. Dari sekolah sederhana di tengah sawah, lahir karya yang tidak hanya mengangkat nama sekolah, tetapi juga membuktikan bahwa pendidikan bermakna dapat tumbuh dari keteladanan, kepedulian, dan keyakinan terhadap potensi anak-anak desa.

Prestasi yang diraih Rita Yuana dalam ajang Insan Pendidikan Berdampak 2026 sekaligus menjadi pengingat bahwa inovasi pendidikan tidak selalu hadir dari fasilitas mewah atau teknologi canggih.

Dari ruang kelas sederhana di pelosok Bojonegoro, semangat untuk menumbuhkan mimpi justru mampu melahirkan perubahan yang nyata dan menginspirasi banyak pihak.[zul/nn]