Bupati Bojonegoro Pimpin Apel Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Lanjut Tanam Pohon dan Bersih-bersih Sendang Kunci

Redaksi
10 Jun 2026
74 dilihat

Bupati Bojonegoro Pimpin Apel Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Lanjut Tanam Pohon dan Bersih-bersih Sendang Kunci

Bojonegorokab.go.id - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono memimpin Apel Bersama dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia sekaligus aksi Gerakan Indonesia Asri. Kegiatan ini dilaksanakan di kawasan sumber mata air (sendang) Desa Kunci, Kecamatan Dander, Rabu (10/6/2026).

Dalam arahannya, Setyo Wahono menegaskan bahwa perubahan iklim bukan lagi persoalan masa depan, melainkan tantangan nyata yang sedang dihadapi saat ini. Fenomena peningkatan suhu bumi, cuaca ekstrem, banjir, hingga kekeringan menjadi pengingat logis bahwa upaya menjaga kelestarian lingkungan telah menjadi tanggung jawab kolektif seluruh lapisan masyarakat.

Bupati mengajak seluruh elemen warga Bojonegoro untuk menjadikan kepedulian lingkungan sebagai budaya dan gaya hidup. Aksi nyata dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti mengurangi plastik sekali pakai, menghemat energi dan air, memilah sampah dengan baik, melakukan penghijauan, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

"Gerakan Indonesia Asri adalah wujud gotong royong kita. Agenda ini tidak sekadar menjadi seremonial belaka, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan berkelanjutan melalui kolaborasi kuat antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan komunitas," ujar Bupati Wahono.

Pemkab Bojonegoro berkomitmen penuh untuk terus mendorong program pembangunan berwawasan lingkungan. Komitmen ini diwujudkan melalui dukungan terhadap ekonomi hijau, penguatan tata kelola sampah, peningkatan kualitas ruang terbuka hijau (RTH), serta peningkatan partisipasi aktif masyarakat dalam konservasi alam.

Sebagai tanda dimulainya aksi penghijauan berkelanjutan, Bupati Setyo Wahono menyerahkan bibit buah matoa secara simbolis kepada Kepala Desa Kunci. Penyerahan bibit ini diharapkan menjadi pemantik gerakan menanam pohon di kawasan tangkapan air dan lingkungan pemukiman warga.

Menutup sambutannya, Bupati mengingatkan bahwa masa depan yang berkelanjutan lahir dari kerja nyata hari ini, bukan dari wacana. "Menjaga lingkungan bukan hanya tentang melindungi alam, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup bangsa. Mari kita wariskan mata air yang mengalir dan udara yang bersih demi masa depan generasi mendatang," pungkasnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan korve berasama diawali dengan menanam bibit pohon di sekitar sumber mata air. Kemudian membersihkan kolam air sumber mata air. Semua elemen dari Forkopimda, OPD, Forkopimcam, anak sekolah hingga warga turut dalam kegiatan ini.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro, Luluk Alifah, menegaskan peringatan Hari Lingkungan Hidup bukan hanya seremoni tahunan. Melalui Gerakan Bojonegoro ASRI ini pihaknya ingin menegaskan bahwa persoalan sampah, ketersediaan air, dan perubahan iklim bukan semata menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. “Semua elemen masyarakat harus terlibat dalam menjaga lingkungan,” ujarnya.

Mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, kegiatan ini menjadi simbol penting bahwa menjaga sumber mata air merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat di masa depan.

Menurut Luluk, tujuan utama kegiatan ini adalah melestarikan sumber mata air agar tetap bersih dan jernih, memastikan fungsi resapan air berjalan optimal, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem sumber air.

“Sendang Kunci adalah sumber kehidupan. Kita ingin memastikan fungsi sumber mata air dan kawasan resapan tetap berjalan optimal sehingga mampu menopang kebutuhan air masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi untuk menumbuhkan kesadaran bahwa keberlangsungan lingkungan sangat bergantung pada kepedulian kita dalam menjaga sumber daya air,” jelasnya.

Melalui gerakan ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap Sendang Kunci tetap lestari, bersih, sehat, terhindar dari pencemaran, dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat. Tidak hanya itu, tumbuhnya rasa memiliki dan budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat juga menjadi tujuan penting yang ingin diwujudkan.

Luluk juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di sekitar sumber mata air, dengan tidak membuang sampah sembarangan dan mulai membiasakan memilah sampah dari rumah.

“Sendang Kunci merupakan anugerah dari Allah SWT sekaligus sumber kehidupan bagi masyarakat. Jangan membuang sampah di sekitar sumber mata air, mulailah memilah sampah dari rumah. Apa yang kita jaga hari ini akan menjadi manfaat besar bagi generasi mendatang,” pesannya.[del/fif/nn]