Pertumbuhan Ekonomi Bojonegoro Triwulan I 2026 Tumbuh Positif, Ditopang Sektor Nonmigas

Redaksi
11 Jun 2026
57 dilihat

Pertumbuhan Ekonomi Bojonegoro Triwulan I 2026 Tumbuh Positif, Ditopang Sektor Nonmigas

Bojonegorokab.go.id – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bojonegoro pada Triwulan I Tahun 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year) tumbuh sebesar 0,02 persen. Sementara jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (quarter to quarter), yakni Triwulan IV Tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Bojonegoro mencapai 2,52 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bojonegoro, Syawaluddin Siregar, pertumbuhan ekonomi secara year to year di Bojonegoro selama beberapa periode terakhir menunjukkan kondisi yang cukup fluktuatif. Pada Triwulan I Tahun 2024, pertumbuhan ekonomi bahkan sempat berada pada angka minus 3,72 persen akibat penurunan lifting migas yang cukup dalam sehingga tidak dapat ditopang oleh sektor-sektor lainnya.

Pada triwulan I 2026, pertumbuhan ekonomi sektor pertanian tumbuh 11,38 persen, perdagangan tumbuh 6,46 persen, dan industri pengolahan tumbuh 5,22 persen. Selain itu, sektor jasa lainnya serta akomodasi juga mencatat pertumbuhan di atas 10 persen.

Syawaluddin menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Bojonegoro sebesar 0,02 persen pada triwulan ini disebabkan oleh penurunan sektor migas dan pertambangan yang mengalami kontraksi hingga 8,78 persen.

“Untuk melihat pertumbuhan ekonomi suatu daerah, kita juga perlu melihat struktur ekonominya. Sektor pertambangan terhadap ekonomi di Bojonegoro masih cukup tinggi, sekitar 42,03 persen. Namun setiap periode berjalan terjadi penurunan kontribusi terhadap PDRB Bojonegoro,” jelasnya.

Di sisi lain, sektor pertanian terus mengalami peningkatan _share_ terhadap PDRB Bojonegoro. Jika sebelumnya _share_ sektor pertanian berada di kisaran 14 persen, kini meningkat menjadi 17,1 persen. Begitu pula sektor perdagangan, industri pengolahan, dan konstruksi yang menunjukkan pertumbuhan positif pada periode ini.

Selain berdasarkan lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi juga dapat dilihat dari sisi pengeluaran. Pada Triwulan I Tahun 2026 dibandingkan Triwulan I Tahun 2025, konsumsi rumah tangga tumbuh 6 persen, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 5 persen, dan konsumsi pemerintah tumbuh 20,45 persen yang ditopang oleh program MBG dan KDKMP.

Secara struktur ekonomi, baik di Bojonegoro maupun secara nasional, konsumsi rumah tangga masih menjadi komponen terbesar dengan kontribusi mencapai 46,22 persen, disusul net ekspor sebesar 29,5 persen.

Sementara itu, dari sisi kewilayahan, kontribusi perekonomian Bojonegoro terhadap perekonomian Jawa Timur mencapai 3,2 persen. Angka tersebut menempatkan Bojonegoro sebagai daerah penyumbang perekonomian terbesar ke-9 di Jawa Timur.

“Kita lihat di tahun 2026 ini ketika sektor perdagangan dan transportasi tumbuh positif, maka ekonomi di daerah itu terus bergerak. Pertumbuhan ekonomi Bojonegoro 0,02 persen tertahan oleh turunnya sektor pertambangan, namun sektor lainnya tumbuh positif,” pungkas Syawaluddin Siregar. [ai/nn]