Suasana Penuh Haru Warnai Kedatangan Para Jamaah Haji Bojonegoro

Redaksi
12 Jun 2026
70 seen

Suasana Penuh Haru Warnai Kedatangan Para Jamaah Haji Bojonegoro

Bojonegorokab.go.id – Para jamaah haji asal Kabupaten Bojonegoro kembali pulang dari rangkaian ibadah haji. Kepulangan jamaah haji Kabupaten Bojonegoro dimulai dari Kloter 30 yang tiba pada Senin (8/6/2026). Selanjutnya disusul Kloter 37, 38, dan 39 yang tiba pada Kamis (11/6/2026) dini hari. Sedangkan Kloter 40, 41, dan 42 tiba pada Jumat (12/06/2026).

Di sepanjang Jalan P. Mas Tumapel, keluarga para jamaah haji berkumpul menyambut kedatangan para jamaah. Mata para penjemput tak lepas memandang ke arah jalan, menanti bus-bus yang membawa jamaah haji memasuki area kedatangan.  

Ketika bus mulai terlihat dari kejauhan, sorak gembira dan lambaian tangan langsung menyambut. Suasana yang semula tenang berubah menjadi penuh haru. Banyak keluarga berusaha mencari wajah orang yang mereka nantikan dari balik kaca bus. Tak sedikit yang menitikkan air mata saat akhirnya dapat kembali bertemu dan berpelukan setelah sekian lama berpisah.

Di tengah keramaian tersebut, sejumlah jamaah tampak membawa oleh-oleh khas dari Tanah Suci. Boneka unta beragam ukuran terlihat menghiasi tangan para jamaah maupun anggota keluarga yang membantu membawakan barang bawaan. Pemandangan itu menjadi salah satu simbol kebahagiaan yang selalu mewarnai kepulangan jamaah haji setiap tahunnya.

Salah satu jamaah, Karsini, mengaku bersyukur dapat menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji dan kembali ke Bojonegoro dalam keadaan sehat. Perempuan lanjut usia itu mengaku masih teringat momen saat pertama kali melihat Ka'bah.

"Alhamdulillah senang sekali. Waktu pertama melihat Ka'bah rasanya campur aduk, sampai menetes air mata. Di sana ibadah lancar, petugas juga banyak membantu. Sekarang lebih senang lagi karena bisa pulang dan bertemu keluarga," ujarnya.

Hal senada disampaikan Sumidi. Pria sepuh tersebut mengatakan perjalanan hajinya menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Meski harus menjalani ibadah di tengah cuaca yang panas, ia tetap bersyukur karena seluruh rangkaian ibadah dapat dijalani dengan baik.

"Alhamdulillah semuanya lancar. Memang panas, tapi karena niat ibadah jadi terasa ringan. Yang paling membahagiakan ya saat bus sampai dan melihat anak cucu sudah menunggu. Rasanya lega dan bersyukur sekali," tuturnya.

Kepulangan jamaah haji tahun ini tidak hanya menandai berakhirnya perjalanan spiritual dari Tanah Suci, tetapi juga menjadi momen yang mempertemukan kembali keluarga dalam suasana penuh syukur. Tangis haru, pelukan hangat, dan senyum kebahagiaan yang memenuhi Jalan P. Mas Tumapel menjadi saksi betapa berharganya sebuah perjumpaan setelah perjalanan ibadah yang panjang dan penuh makna.[zul/nn]