KPM GAYATRI di Sengon-Ngambon Bentuk Kelompok Ternak, Kembangkan Sistem Barter Telur dan Pakan

Redaksi
15 Jun 2026
93 dilihat

KPM GAYATRI di Sengon-Ngambon Bentuk Kelompok Ternak, Kembangkan Sistem Barter Telur dan Pakan

Bojonegorokab.go.id – Program GAYATRI (Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri) di Kabupaten Bojonegoro terus menunjukkan perkembangan positif. Para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) GAYATRI di Desa Sengon, Kecamatan Ngambon, berhasil membentuk kelompok ternak yang fokus pada pengembangan ayam petelur. Kelompok ini juga menerapkan sistem jual beli telur dan pakan dengan mekanisme barter guna memudahkan para peternak.

Ketua Kelompok GAYATRI Desa Sengon, Ahmad Fathoni, menjelaskan bahwa kelompoknya beranggotakan kurang lebih 40 KPM. Kelompok tersebut berperan sebagai jembatan dalam penjualan telur maupun penyediaan pakan bagi para peternak.

“Untuk sistemnya mau barter atau kita beli telurnya tergantung, yang penting memudahkan para peternak. Telurnya yang dibarter dengan pakan juga masih ada sisa uangnya,” jelas Ahmad Fathoni.

Selain membeli dan membantu menjual hasil telur para anggota, kelompok juga menyediakan vitamin serta melakukan penyuluhan kesehatan ternak. Dalam kegiatan penyuluhan tersebut, kelompok menghadirkan dua dokter yang memberikan pendampingan kepada peternak.

“Selain membeli dan menjualkan telur, kita juga menyediakan vitamin, juga melakukan penyuluhan dengan dua dokter. Dalam pertemuan itu para peternak dapat menyampaikan permasalahannya terkait kesehatan ternaknya, misalnya saat menghadapi pergantian cuaca yang menyebabkan ayam drop, antisipasinya bagaimana,” tambahnya.

Untuk penyediaan pakan, Kelompok GAYATRI Desa Sengon tidak hanya melayani kebutuhan anggota di desa setempat, tetapi juga menyediakan pakan bagi para penerima manfaat GAYATRI di wilayah Kecamatan Ngambon dan sekitarnya.

“Untuk pakan selain menyediakan untuk para KPM GAYATRI Desa Sengon, kelompok ini juga menyediakan pakan untuk para penerima GAYATRI di Kecamatan Ngambon,” ujarnya.

Sementara itu, pemasaran telur hasil peternakan anggota telah menjangkau berbagai wilayah di Kabupaten Bojonegoro. Telur yang dibeli dari KPM dengan harga Rp25.000 kemudian dipasarkan kembali dengan harga Rp27.000.

“Bisa diantarkan langsung untuk para ASN Pemkab, juga kita jual melalui TikTok, bisa COD dan bisa dikirim langsung,” terang Ahmad Fathoni.

Dalam operasionalnya, kelompok mampu menjual pakan hingga 4 ton atau sekitar 80 zak setiap minggu. Selain mengantarkan pakan langsung ke peternak, kelompok juga melakukan pengecekan kondisi ternak secara berkala untuk memastikan produktivitas ayam petelur tetap terjaga.

“Dalam seminggu bisa menjual 4 ton pakan atau 80 zak. Selain kita antarkan langsung pakannya ke peternak, kita juga melakukan pengecekan ternak langsung,” pungkasnya.

Keberadaan Kelompok GAYATRI Desa Sengon menjadi contoh kolaborasi antar-KPM dalam mengembangkan usaha peternakan ayam petelur. Melalui sistem barter, pendampingan kesehatan ternak, serta dukungan pemasaran, kelompok ini turut memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat dan mendukung keberhasilan Program GAYATRI di Kabupaten Bojonegoro. [ai/nn]