Melon Hidroponik Bojonegoro Kian Diminati, El Farm Sambongrejo Buka Wisata Petik Melon

Redaksi
15 Jun 2026
52 dilihat

Melon Hidroponik Bojonegoro Kian Diminati, El Farm Sambongrejo Buka Wisata Petik Melon

Bojonegorokab.go.id – Pertanian hidroponik di Kabupaten Bojonegoro semakin berkembang dan diminati masyarakat. Berbagai komoditas mulai dibudidayakan dengan sistem hidroponik, mulai dari sayuran hingga buah-buahan. Salah satunya adalah budidaya melon hidroponik yang dikembangkan El Farm di Desa Sambongrejo, Kecamatan Sumberrejo.

Pemilik El Farm, Erieza, menjelaskan bahwa usaha budidaya melon hidroponik ini berawal dari kegiatan belajar bersama suaminya dengan menanam melon di pekarangan rumah. Setelah memahami teknik budidaya, mereka kemudian mengembangkan usaha tersebut dalam skala yang lebih besar.

“Saat ini kami menanam sekitar 1.500 benih melon dengan empat jenis varietas, yaitu Sweet Lavender, Sweet Hammi, Skid Row, dan Pearl Lady,” jelasnya.

Budidaya melon hidroponik dilakukan di lahan seluas 500 meter persegi dengan kapasitas mencapai 1.500 tanaman melon. Saat ini El Farm memasuki panen kedua. Berbeda dengan panen pertama yang seluruh hasilnya disalurkan kepada distributor, pada panen kedua ini El Farm membuka wisata petik melon untuk masyarakat.

“Panen kedua ini kami putuskan membuka wisata petik melon karena banyak konsumen yang bertanya. Panen pertama masih kami salurkan ke distributor,” ujarnya.

Wisata petik melon telah dibuka pada Jumat (12/6/2026) hingga Minggu (14/6/2026). Tingginya antusiasme masyarakat membuat El Farm berencana kembali membuka wisata petik melon pada Selasa (16/6/2026) mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.

Pengunjung tidak hanya dapat memetik melon langsung dari kebun, tetapi juga menikmati buah melon secara gratis di lokasi.

“Bisa gratis icip sepuasnya di kebun, dan kami jual dengan harga yang sama untuk semua jenis, yaitu Rp25.000 per kilogram. Untuk besok kami menyediakan dua jenis, yakni Sweet Lavender dan Sweet Hammi,” tambah Erieza.

Sementara itu, salah satu pengunjung asal Kecamatan Sugihwaras, Sulistya, mengaku telah dua kali berkunjung untuk memetik melon di El Farm. Kunjungan pertama dilakukan bersama teman-temannya, sedangkan kunjungan kedua bersama anaknya.

Menurut Sulistya, wisata petik melon tersebut tidak hanya memberikan pengalaman yang menyenangkan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi anak-anak untuk mengenal proses budidaya buah.

“Petik melon ini cocok untuk edukasi anak juga. Selain itu melonnya manis dan bebas pestisida,” ungkapnya.

Keberadaan budidaya melon hidroponik sekaligus wisata petik melon di Desa Sambongrejo menjadi salah satu contoh inovasi pertanian yang mampu memberikan nilai tambah bagi petani sekaligus menjadi alternatif wisata edukasi bagi masyarakat di Kabupaten Bojonegoro. [ai/nn]