Buka Stand Mandiri, Penyandang Disabilitas Unjuk Karya di Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026

Redaksi
19 Jun 2026
75 seen

Buka Stand Mandiri, Penyandang Disabilitas Unjuk Karya di Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026

Bojonegorokab.go.id - Event Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026 tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya dan penguatan ekonomi kreatif, tetapi juga menghadirkan ruang inklusif bagi penyandang disabilitas untuk menunjukkan kemampuan dan karya terbaik. Melalui stand khusus yang difasilitasi Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro, para penyandang disabilitas mendapat kesempatan tampil mandiri dalam event bergengsi tersebut.

Selama gelaran BWBF yang berlangsung pada 17–20 Juni 2026, stand Dinas Sosial menjadi salah satu titik yang ramai dikunjungi masyarakat. Beragam produk batik ecoprint hasil karya penyandang disabilitas dipamerkan, lengkap dengan layanan pijat tunanetra yang mendapat apresiasi dari para pengunjung.

Ketua Perkumpulan Disabilitas Kabupaten Bojonegoro (PDKB), Sanawi, mengaku bersyukur atas dukungan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Sosial. Menurutnya, keberadaan stand mandiri menjadi bentuk kepercayaan sekaligus ruang bagi penyandang disabilitas untuk membuktikan kemampuan mereka.

"Biasanya kami bergabung di bawah stand Dekranasda. Tahun ini kami mendapat ruang sendiri melalui stand Dinas Sosial. Ini menjadi kesempatan besar bagi kami untuk mandiri dan menunjukkan bahwa kami juga mampu berkarya," ungkapnya.

Semangat inklusif tersebut tidak hanya hadir di area pameran. Di panggung fashion show Wastra Batik, Putri Wahyu Lestari, penyandang tuna rungu binaan Sanggar DOT ART Ngraho, tampil mengenakan busana batik rancangan Agus Urip Wijianto. Dengan penuh percaya diri, Putri melangkah di atas catwalk dan mendapat sambutan meriah dari para penonton.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro, Agus Susetyo Hardiyanto menyampaikan apresiasi atas terciptanya ruang inklusif dalam Wastra Batik 2026. Menurutnya, kehadiran stand mandiri dan keterlibatan penyandang disabilitas di panggung fashion show menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk menghasilkan karya yang bernilai.

"Kami sangat bangga atas partisipasi aktif para penyandang disabilitas dalam Wastra Batik tahun ini. Kehadiran mereka membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk melahirkan karya yang memiliki nilai estetika maupun ekonomi,” katanya.

Dinas Sosial, katanya, akan terus berkomitmen mengawal, memfasilitasi, dan membuka lebih banyak ruang agar para penyandang disabilitas di Bojonegoro semakin berdaya, mandiri, dan mendapat pengakuan yang setara di tengah masyarakat.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro, Nafiatin Ni'mah, menambahkan bahwa keikutsertaan penyandang disabilitas dalam Wastra Batik merupakan bagian dari upaya pemenuhan hak dan pemberian kesempatan yang setara.

"Kegiatan ini kami hadirkan agar teman-teman disabilitas memiliki ruang dan kesempatan yang sama dengan masyarakat pada umumnya. Mereka tidak membutuhkan belas kasihan, tetapi membutuhkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan potensinya," tegasnya.

Melalui dukungan tersebut, Wastra Batik Bojonegoro 2026 tidak sekadar menjadi perayaan budaya, tetapi juga panggung yang menegaskan bahwa inklusivitas dan kesetaraan adalah bagian penting dalam membangun masyarakat yang ramah bagi semua. Dengan diberi kesempatan, para penyandang disabilitas mampu unjuk gigi dan membuktikan bahwa karya mereka layak mendapat tempat dan apresiasi yang sama.[fif/nn]