Melalui Kunjungan Pra Validasi, Geopark Bojonegoro Mantapkan Kesiapan Menuju UNESCO Global Geopark

Redaksi
21 Jun 2026
29 dilihat

Melalui Kunjungan Pra Validasi, Geopark Bojonegoro Mantapkan Kesiapan Menuju UNESCO Global Geopark

Bojonegorokab.go.id – Rangkaian kegiatan kunjungan lapangan pra validasi aspiring UNESCO Global Geopark (aUGGp) di Kabupaten Bojonegoro telah dilaksanakan 18-19 Juni 2026. Pemkab Bojonegoro bersama Badan Pengelola Geopark Bojonegoro menerima kunjungan kegiatan yang difasilitasi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas).

Kegiatan ini merupakan bagian dari proses pendampingan dan penguatan kesiapan Geopark Bojonegoro menuju evaluasi resmi UNESCO Global Geopark (UGGp) yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 27 - 31 Juli Tahun 2026.

Pra-validasi dilaksanakan untuk meninjau kesiapan kawasan secara menyeluruh, mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu diperkuat, serta memastikan implementasi prinsip-prinsip UGGp telah terintegrasi dalam tata kelola kawasan di beberapa bidang. Yakni konservasi warisan bumi, pendidikan masyarakat, dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Kunjungan lapangan dihadiri perwakilan berbagai kementerian dan lembaga, Pusat Riset Sumber Daya Geologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Dewan Pakar Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI), serta Badan Pengelola Geopark Bojonegoro. 

Selama dua hari pelaksanaan, tim melakukan peninjauan langsung terhadap berbagai geosite, biosite, dan cultural site unggulan. Lokasi-lokasi tersebut menjadi representasi kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, budaya, serta inovasi pemberdayaan masyarakat di kawasan Geopark Bojonegoro. 

Lokasi yang dikunjungi meliputi Pusat Informasi Geologi, Biosite Belimbing Ngringinrejo, Museum 13, Geosite Antiklin Kawengan, Museum Perminyakan Tradisional Wonocolo, Teksas Wonocolo, Formasi Wonocolo, Formasi Bulu Desa Beji, Geosite Kedung Lantung, Sentra Batik Jono, Hutan Jati Gondang, Geosite Banyukuning, Negeri Atas Angin, hingga Geosite Kayangan Api.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bojonegoro, Helmy Elisabeth menyampaikan bahwa kegiatan pra-validasi merupakan momentum strategis untuk memperoleh masukan konstruktif dari para pakar dan pemangku kepentingan. "Ini menjadi tahapan sangat penting dalam perjalanan Geopark Bojonegoro menuju UNESCO Global Geopark. Berbagai masukan dan rekomendasi yang diberikan akan menjadi dasar bagi kami untuk terus memperkuat tata kelola kawasan, kualitas interpretasi, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan ekonomi lokal berbasis geopark,” katanya.

Pihaknya optimistis bahwa melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan, Geopark Bojonegoro mampu menunjukkan kontribusi nyata dalam konservasi, pendidikan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Sementara itu, Dewan Pakar Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI), Rudy Suhendar, menilai bahwa Geopark Bojonegoro memiliki modal yang sangat kuat memperoleh pengakuan UNESCO Global Geopark, baik dari aspek warisan geologi yang unik maupun keterkaitannya dengan kekayaan budaya dan partisipasi masyarakat. "Geopark Bojonegoro memiliki karakter geologi yang khas dan didukung oleh kekayaan budaya lokal serta keterlibatan masyarakat yang sangat baik,” katanya.

Tantangan Geopark Bojonegoro, kata dia, adalah memperkuat keterhubungan antara geoheritage, biodiversity, dan cultural heritage dalam satu narasi yang utuh sehingga manfaat geopark dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat. UNESCO tidak hanya menilai keunikan geosit, tetapi juga bagaimana kawasan tersebut mampu menjadi sarana edukasi, konservasi, dan pembangunan berkelanjutan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat lokal.

Rudy Suhendar manambahkan keberhasilan sebuah UNESCO Global Geopark tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya geologi yang dimiliki. Tetapi juga oleh kemampuan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun tata kelola yang kuat, memperluas partisipasi masyarakat, serta menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan tanpa mengabaikan aspek pelestarian lingkungan dan budaya.

Berbagai masukan yang diperoleh selama pelaksanaan pra-validasi akan menjadi bahan tindak lanjut bagi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan Badan Pengelola Geopark Bojonegoro dalam menyempurnakan aspek tata kelola, interpretasi, visibilitas kawasan, jejaring kemitraan, serta pemberdayaan masyarakat yang menjadi indikator penting dalam proses evaluasi UNESCO.

Kunjungan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan Geopark Bojonegoro menuju pengakuan dunia. Semangat kolaborasi yang terbangun diharapkan semakin memperkuat posisi Geopark Bojonegoro sebagai kawasan yang mampu mengintegrasikan konservasi, edukasi, dan pembangunan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat. 

Geopark Bojonegoro terus berkomitmen menjaga warisan bumi sebagai sumber pengetahuan, identitas budaya, dan penggerak pembangunan untuk generasi masa kini maupun masa depan. "Bersama Masyarakat, Menjaga Warisan Bumi untuk Dunia." [*]